IHSG berpotensi menuju rekor baru
Kamis, 28 Februari 2013 - 08:04 WIB
IHSG berpotensi menuju rekor baru
A
A
A
Sindonews.com - Setelah menyentuh level tertingginya, pada perdagangan Rabu (28/2), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.653-4.677 dan resistance 4.725-4.735.
Berpola menyerupai shoting star dekati upper bollinger bands (UBB). MACD kembali bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba naik melewati area overbought.
"Kekhawatiran kami terhadap IHSG yang akan semakin menjauhi target level psikologis di 4.700 telah terjawab dan berhasil ditepis. Bahkan new high record kembali diraih," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (28/2/2013).
Kendati masih berpotensi menguat, namun Reza tetap meminta Investor untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah.
"Kembali kami sampaikan bahwa selama masih ada sentimen positif, maka IHSG akan tetap nyaman di area overbought-nya. Tetapi, tetap perlu juga mewaspadai jika ada potensi pembalikan arah," tegas dia.
Pergerakan saham sebelumnya setelah sempat tekoreksi, tampaknya koreksi yang terjadi sebelumnya hanya berupa batu sandungan kecil yang menghambat laju IHSG sementara.
Terlihat IHSG dapat kembali rebound setelah terimbas penguatan bursa saham AS pasca dirilisnya kenaikan data-data indeks perumahan dan indeks consumer confidence.
Apalagi, setelah bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa mengkonfirmasi penguatan, sehingga semakin melambungkan IHSG ke level tertinggi terbarunya.
"Kembali target resisten kami di level 4708-4715 kembali ditembus. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.721,86 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 4.674,08 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.716,42," terang Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah menguat setelah terimbas hasil lelang obligasi Indonesia sebelumnya yang oversubscribe dari target Rp7 triliun menjadi Rp7,6 triliun yang menandakan investor tertarik untuk investasi di Indonesia terlepas dari masalah inflasi, defisit perdagangan, dan kisruh politik.
Apresiasi rupiah juga terimbas dari pernyataan The Fed yang promoneter longgar dimana masih akan melanjutkan pembelian obligasinya. Bank of England (BoE) pun juga membuka peluang penambahan stimulus moneter lebih lanjut untuk memulihkan ekonominya.
Bursa saham Asia kembali rebound setelah beredar spekulasi pemerintah China akan meningkatkan pasar ekuitas.
Pelaku pasar juga merespon positif rilis data-data ekonomi AS sebelumnya. Di sisi lain, Nikkei justru negatif setelah yen menguat dipicu imbas pelemahan euro sebelumnya karena meningkatnya yield obligasi Italia.
Berpola menyerupai shoting star dekati upper bollinger bands (UBB). MACD kembali bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba naik melewati area overbought.
"Kekhawatiran kami terhadap IHSG yang akan semakin menjauhi target level psikologis di 4.700 telah terjawab dan berhasil ditepis. Bahkan new high record kembali diraih," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (28/2/2013).
Kendati masih berpotensi menguat, namun Reza tetap meminta Investor untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah.
"Kembali kami sampaikan bahwa selama masih ada sentimen positif, maka IHSG akan tetap nyaman di area overbought-nya. Tetapi, tetap perlu juga mewaspadai jika ada potensi pembalikan arah," tegas dia.
Pergerakan saham sebelumnya setelah sempat tekoreksi, tampaknya koreksi yang terjadi sebelumnya hanya berupa batu sandungan kecil yang menghambat laju IHSG sementara.
Terlihat IHSG dapat kembali rebound setelah terimbas penguatan bursa saham AS pasca dirilisnya kenaikan data-data indeks perumahan dan indeks consumer confidence.
Apalagi, setelah bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa mengkonfirmasi penguatan, sehingga semakin melambungkan IHSG ke level tertinggi terbarunya.
"Kembali target resisten kami di level 4708-4715 kembali ditembus. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.721,86 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 4.674,08 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.716,42," terang Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah menguat setelah terimbas hasil lelang obligasi Indonesia sebelumnya yang oversubscribe dari target Rp7 triliun menjadi Rp7,6 triliun yang menandakan investor tertarik untuk investasi di Indonesia terlepas dari masalah inflasi, defisit perdagangan, dan kisruh politik.
Apresiasi rupiah juga terimbas dari pernyataan The Fed yang promoneter longgar dimana masih akan melanjutkan pembelian obligasinya. Bank of England (BoE) pun juga membuka peluang penambahan stimulus moneter lebih lanjut untuk memulihkan ekonominya.
Bursa saham Asia kembali rebound setelah beredar spekulasi pemerintah China akan meningkatkan pasar ekuitas.
Pelaku pasar juga merespon positif rilis data-data ekonomi AS sebelumnya. Di sisi lain, Nikkei justru negatif setelah yen menguat dipicu imbas pelemahan euro sebelumnya karena meningkatnya yield obligasi Italia.
(rna)
Lihat Juga :