Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut
Kamis, 28 Februari 2013 - 08:14 WIB
Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai bursa diprediksi akan bergerak pada kisaran 4.686-4.753. Pola White opening marubozu di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal.
Demikian disampaikan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (28/2/2013).
Sejumlah faktor global akan mempengaruhi IHSG, seperti komentar Chairman The Fed Bernanke yang akan terus mendukung kebijakan stimulus Bank Sentral dikombinasikan menguatnya data Pending Home Sales bulan Januari (menyentuh level tertinggi sejak April 2010).
Sementara, data Durable Good Orders membukukan kenaikan terbesar sejak Des 2011 (jika mengeluarkan variable transportasi) serta laporan laba bersih emiten di atas ekspektasi awal menjadi faktor Dow Jones kembali naik tajam +175,24 poin (+1,26 persen) ditutup di atas level 14.000 kembali membuat hanya terpaut 100 poin kembali dari level tertinggi Dow sepanjang masa.
Kondisi tersebut diiringi kembali turunnya The VIX -12,69 persen ditutup pada level 14.73.
Sampai Rabu (27/02) waktu setempat, 93 pesen emiten yang tergabung dalam S&P 500 telah merilis laporan keuangan tahunan 2012.
Dimana, 69,5 persen mengalahkan estimasi awal dalam hal profit (VS 62 persen rata-rata sejak tahun 1994 dan 65 persen rata-rata 4 kuartalan terakhir). Dan jika mengasumsikan sisanya akan bertumbuh normal, maka rata-rata laba bersih di kuartal IV/2012 lebih tinggi 6,2 persen dari perkiraan awal dimulai musim rilis FS sebesar 1,9 persen.
"Saya perkirakan pesta akan kembali berlanjut di Bursa Indonesia karena IHSG diperkirakan berlanjut menguat Kamis ini didukung penguatan tajam Wall Street plus faktor utama," kata Edwin.
Dan yang terpenting, lanjut Edwin, adalah derasnya arus dana investor asing dari awal tahun 2013 sampai closing Rabu (27 Februari 2013) mencapai Rp15,50 triliun (padahal total net buying asing sepanjang tahun 2012 sebesar Rp15 triliun).
"Sehingga bukan mustahil target level IHSG di tahun 2013 sebesar 4.800 yang ES buat di akhir tahun 2012 akan tercapai sebentar lagi," simpul dia.
Demikian disampaikan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (28/2/2013).
Sejumlah faktor global akan mempengaruhi IHSG, seperti komentar Chairman The Fed Bernanke yang akan terus mendukung kebijakan stimulus Bank Sentral dikombinasikan menguatnya data Pending Home Sales bulan Januari (menyentuh level tertinggi sejak April 2010).
Sementara, data Durable Good Orders membukukan kenaikan terbesar sejak Des 2011 (jika mengeluarkan variable transportasi) serta laporan laba bersih emiten di atas ekspektasi awal menjadi faktor Dow Jones kembali naik tajam +175,24 poin (+1,26 persen) ditutup di atas level 14.000 kembali membuat hanya terpaut 100 poin kembali dari level tertinggi Dow sepanjang masa.
Kondisi tersebut diiringi kembali turunnya The VIX -12,69 persen ditutup pada level 14.73.
Sampai Rabu (27/02) waktu setempat, 93 pesen emiten yang tergabung dalam S&P 500 telah merilis laporan keuangan tahunan 2012.
Dimana, 69,5 persen mengalahkan estimasi awal dalam hal profit (VS 62 persen rata-rata sejak tahun 1994 dan 65 persen rata-rata 4 kuartalan terakhir). Dan jika mengasumsikan sisanya akan bertumbuh normal, maka rata-rata laba bersih di kuartal IV/2012 lebih tinggi 6,2 persen dari perkiraan awal dimulai musim rilis FS sebesar 1,9 persen.
"Saya perkirakan pesta akan kembali berlanjut di Bursa Indonesia karena IHSG diperkirakan berlanjut menguat Kamis ini didukung penguatan tajam Wall Street plus faktor utama," kata Edwin.
Dan yang terpenting, lanjut Edwin, adalah derasnya arus dana investor asing dari awal tahun 2013 sampai closing Rabu (27 Februari 2013) mencapai Rp15,50 triliun (padahal total net buying asing sepanjang tahun 2012 sebesar Rp15 triliun).
"Sehingga bukan mustahil target level IHSG di tahun 2013 sebesar 4.800 yang ES buat di akhir tahun 2012 akan tercapai sebentar lagi," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :