Investor perlu waspadai potensi pembalikan arah
Jum'at, 01 Maret 2013 - 08:07 WIB
Investor perlu waspadai potensi pembalikan arah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memproyeksikan, pada perdagangan Jumat (1/3), IHSG akan berada pada support 4.728-4.756 dan resistance 4.808-4.813.
Berpola menyerupai hammer sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD kembali bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic belum terlihat menjauhi area overbought.
"New high record kembali diraih dan sekali lagi kami tuliskan bahwa target resisten kami kembali dilompati di level 4.725-4.735," kata Reza, Jumat (1/3/2013).
Selanjutnya, lanjut Reza, tidak ada yang berubah dari penilaian tim risetnya dimana selama masih ada sentimen positif maka IHSG akan tetap nyaman di area overbought-nya.
"Tetapi, sekali lagi tetap perlu juga mewaspadai jika ada potensi pembalikan arah. Diharapkan rilis inflasi Februari 2013 turut mendukung penguatan lanjutan (jika terjadi lagi)," tegas Reza.
IHSG terus melaju menyentuh new high record. Seiring dengan laju tersebut, banyak pelaku pasar yang memanfaatkan momen ini untuk terus mempertahankan portofolionya, namun tak jarang juga mereka memanfaatkan momen kenaikan ini untuk profit taking maupun memperbaiki posisi portofolionya, terutama untuk posisi nyangkut.
Kondisi bursa saham Asia yang mayoritas mengalami kenaikan cukup tinggi yang
dilanjutkan dengan positifnya pembukaan bursa saham Eropa berimbas positif bagi laju IHSG. Seperti yang selalu kami katakan, selama masih banyak sentimen positif maka IHSG akan tetap nyaman berada di area overbought-nya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.795,79 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.734,83 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.795,79," jelasnya.
Volume perdagangan meningkat dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah lanjut menguat setelah terimbas positif pidato The Fed yang mengatakan bahwa The Fed memiliki “alat” yang dibutuhkan untuk menjaga stimulus dan mencegah naiknya inflasi sehingga diartikan bahwa The Fed akan mempertahankan program pembelian obligasinya senilai USD85 miliar setiap bulannya.
Apresiasi rupiah juga mendapat dukungan dari meredanya kekhawatiran atas hasil pemilu Italia setelah lelang obligasinya mengalami penurunan yield ke 5,8 persen dari 5,9 persen dan ada harapan terbentuknya koalisi partai tengah-kiri yang diharapkan bisa membentuk suara mayoritas di Parlemen untuk mendukung kebijakan pemerintah Italia.
Bursa saham Asia melanjutkan kenaikan setelah merespon positifnya bursa saham AS sebelumnya. Rilis kenaikan kinerja emiten yang melampaui estimasi; dan kenaikan data industrial production tahunan KorSel, serta manufacturing PMI Jepang turut direspon positif oleh para investor.
Pelaku pasar pun juga bereaksi positif terhadap keputusan PM Jepang, Shinzo Abe, yang menominasikan Presiden ADB, Haruhiko Kuruoda, menjadi Gubernur BoJ karena akan memuluskan rencana percepatan stimulus.
Berpola menyerupai hammer sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD kembali bergerak naik dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic belum terlihat menjauhi area overbought.
"New high record kembali diraih dan sekali lagi kami tuliskan bahwa target resisten kami kembali dilompati di level 4.725-4.735," kata Reza, Jumat (1/3/2013).
Selanjutnya, lanjut Reza, tidak ada yang berubah dari penilaian tim risetnya dimana selama masih ada sentimen positif maka IHSG akan tetap nyaman di area overbought-nya.
"Tetapi, sekali lagi tetap perlu juga mewaspadai jika ada potensi pembalikan arah. Diharapkan rilis inflasi Februari 2013 turut mendukung penguatan lanjutan (jika terjadi lagi)," tegas Reza.
IHSG terus melaju menyentuh new high record. Seiring dengan laju tersebut, banyak pelaku pasar yang memanfaatkan momen ini untuk terus mempertahankan portofolionya, namun tak jarang juga mereka memanfaatkan momen kenaikan ini untuk profit taking maupun memperbaiki posisi portofolionya, terutama untuk posisi nyangkut.
Kondisi bursa saham Asia yang mayoritas mengalami kenaikan cukup tinggi yang
dilanjutkan dengan positifnya pembukaan bursa saham Eropa berimbas positif bagi laju IHSG. Seperti yang selalu kami katakan, selama masih banyak sentimen positif maka IHSG akan tetap nyaman berada di area overbought-nya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.795,79 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.734,83 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.795,79," jelasnya.
Volume perdagangan meningkat dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah lanjut menguat setelah terimbas positif pidato The Fed yang mengatakan bahwa The Fed memiliki “alat” yang dibutuhkan untuk menjaga stimulus dan mencegah naiknya inflasi sehingga diartikan bahwa The Fed akan mempertahankan program pembelian obligasinya senilai USD85 miliar setiap bulannya.
Apresiasi rupiah juga mendapat dukungan dari meredanya kekhawatiran atas hasil pemilu Italia setelah lelang obligasinya mengalami penurunan yield ke 5,8 persen dari 5,9 persen dan ada harapan terbentuknya koalisi partai tengah-kiri yang diharapkan bisa membentuk suara mayoritas di Parlemen untuk mendukung kebijakan pemerintah Italia.
Bursa saham Asia melanjutkan kenaikan setelah merespon positifnya bursa saham AS sebelumnya. Rilis kenaikan kinerja emiten yang melampaui estimasi; dan kenaikan data industrial production tahunan KorSel, serta manufacturing PMI Jepang turut direspon positif oleh para investor.
Pelaku pasar pun juga bereaksi positif terhadap keputusan PM Jepang, Shinzo Abe, yang menominasikan Presiden ADB, Haruhiko Kuruoda, menjadi Gubernur BoJ karena akan memuluskan rencana percepatan stimulus.
(rna)
Lihat Juga :