IHSG berpotensi cetak rekor lagi
Jum'at, 01 Maret 2013 - 08:13 WIB
IHSG berpotensi cetak rekor lagi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada level 4755-4837. Pola two white soldiers di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation pada perdagangan hari ini.
Mengecewakannya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV/2012, yang hanya tumbuh 0,1 persen (suatu tingkat pertumbuhan terkecil sejak Q1/2011) ditengah turunnya Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan sebesar 22.000 menjadi berjumlah 344.000 unit serta meningkatnya aktivitas manufacturing yang tercermin dalam Chicago Purchasing Managers Index bulan Februari sebesar 56,8 menjadi faktor penggerak Dow Jones terkena minor profit taking sebesar -20,88 poin (-0,15 persen).
Terlebih kondisi tersebut juga diikuti naiknya The CBOE Volatility Index sebesar 5,3 persen ditutup pada level 15,51. Selama bulan Februari, Dow menguat +1,4 persen sedangkan YTD Dow menguat 7,24 persen.
"Saya perkirakan pesta akan melambat sedikit kelanjutannya di Bursa Indonesia (setelah menguat 11,1 persen dari awal tahun 2013 sampai 28 Februari 2013) Merujuk melemahnya Dow Jones Kamis ditengah positifnya faktor utama," kata Edwin, Jumat (1/3/2013).
Namun demikian, kata dia, yang terpenting adalah masih derasnya arus dana investor asing dari awal tahun 2013 sampai closing Kamis (28 Februari 2013) mencapai Rp16,44 triliun (padahal total net buying asing sepanjang 2012 sebesar Rp15 triliun)
"Tetapi bukan mustahil target level IHSG di tahun 2013 sebesar 4.800 yang kami buat di akhir tahun 2012 akan terlampaui dalam perdagangan di awal Maret, Jumat ini," tegas Edwin.
Mengecewakannya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV/2012, yang hanya tumbuh 0,1 persen (suatu tingkat pertumbuhan terkecil sejak Q1/2011) ditengah turunnya Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan sebesar 22.000 menjadi berjumlah 344.000 unit serta meningkatnya aktivitas manufacturing yang tercermin dalam Chicago Purchasing Managers Index bulan Februari sebesar 56,8 menjadi faktor penggerak Dow Jones terkena minor profit taking sebesar -20,88 poin (-0,15 persen).
Terlebih kondisi tersebut juga diikuti naiknya The CBOE Volatility Index sebesar 5,3 persen ditutup pada level 15,51. Selama bulan Februari, Dow menguat +1,4 persen sedangkan YTD Dow menguat 7,24 persen.
"Saya perkirakan pesta akan melambat sedikit kelanjutannya di Bursa Indonesia (setelah menguat 11,1 persen dari awal tahun 2013 sampai 28 Februari 2013) Merujuk melemahnya Dow Jones Kamis ditengah positifnya faktor utama," kata Edwin, Jumat (1/3/2013).
Namun demikian, kata dia, yang terpenting adalah masih derasnya arus dana investor asing dari awal tahun 2013 sampai closing Kamis (28 Februari 2013) mencapai Rp16,44 triliun (padahal total net buying asing sepanjang 2012 sebesar Rp15 triliun)
"Tetapi bukan mustahil target level IHSG di tahun 2013 sebesar 4.800 yang kami buat di akhir tahun 2012 akan terlampaui dalam perdagangan di awal Maret, Jumat ini," tegas Edwin.
(rna)
Lihat Juga :