Depok minta tambahan dana pembebasan lahan tol Cijago
Jum'at, 01 Maret 2013 - 10:28 WIB
Depok minta tambahan dana pembebasan lahan tol Cijago
A
A
A
Sindonews.com - Hingga kini, pembebasan lahan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II masih terus dilakukan. Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mendesak pemerintah untuk menambah dana pembebasan (land capping) lahan tol Cijago.
"Tujuannya agar pada 2015, tol Cijago dapat dioperasikan. Saya meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk lebih serius lagi melakukan pembebasan lahan. Saya mendesak agar dana land capping ditambah," ujar Nur Mahmudi saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengunjungi tol Cijago, Kamis malam (28/2/2013).
Menurutnya, masyarakat Depok saat ini sudah banyak yang menunggu lahannya dibayar. Namun, hingga kini lahan mereka belum juga dibayar. "Kami sudah melakukan berbagai upaya agar pembangunan tol segera selesai. Masyarakat Depok sudah banyak yang menunggu dibayarkan," ujarnya.
Nur Mahmudi mengatakan, biaya pembebasan lahan tol Cijago seksi IIA dan IIB mencapai Rp700 miliar. Jalan tol Cijago tersebut menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan ibukota dan daerah penyangga.
"Sejak dioperasikannya seksi satu, mendapat respon positif dari investor untuk menanamkan modalnya di Depok," tegasnya.
"Tujuannya agar pada 2015, tol Cijago dapat dioperasikan. Saya meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk lebih serius lagi melakukan pembebasan lahan. Saya mendesak agar dana land capping ditambah," ujar Nur Mahmudi saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengunjungi tol Cijago, Kamis malam (28/2/2013).
Menurutnya, masyarakat Depok saat ini sudah banyak yang menunggu lahannya dibayar. Namun, hingga kini lahan mereka belum juga dibayar. "Kami sudah melakukan berbagai upaya agar pembangunan tol segera selesai. Masyarakat Depok sudah banyak yang menunggu dibayarkan," ujarnya.
Nur Mahmudi mengatakan, biaya pembebasan lahan tol Cijago seksi IIA dan IIB mencapai Rp700 miliar. Jalan tol Cijago tersebut menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan ibukota dan daerah penyangga.
"Sejak dioperasikannya seksi satu, mendapat respon positif dari investor untuk menanamkan modalnya di Depok," tegasnya.
(izz)
Lihat Juga :