Awal pekan, IHSG dibayangi profit taking
Senin, 04 Maret 2013 - 08:35 WIB
Awal pekan, IHSG dibayangi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan menunjukkan kemampuannya dan berada pada level support-resistance 4.787-4.844. Pola three white soldiers di area very overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation dibayangi profit taking.
Demikian disampaikan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengawali minggu pertama bulan ini, senin (4/3/2013).
Dari luar negeri, beberapa sentimen turut berkontribusi pada IHSG. Salah satunya adalah setelah mengalami penguatan 0,64 persen selama minggu lalu, Dow Jones nampaknya berpeluang mencapai level tertinggi baru beberapa waktu kedepan diatas level 14,200.
Tetapi laporan ekonomi dan berita penting AS dan Eropa dapat memutuskan kemana arah yg akan dituju dari level saat ini. Diantara semua data ekonomi penting yang akan dirrilis sepanjang minggu ini, laporan tenaga kerja yang akan dirilis Jumat, yakni nonfarm payrolls Februari adalah yang terpenting, diperkirakan akan terjadi pertambahan sebesar 160 ribu pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 7,9 persen.
Disamping itu, data ekonomi penting lain yang perlu diperhatikan, seperti Nonmanufacturing ISM (Selasa); ADP employment, Factory orders, Beige book (Rabu); serta Chain Store Sales, Initial Claims (Kamis).
Menurut Edwin, dasyatnya fund inflow asing plus kuatnya pertumbuhan laba bersih emiten ditengah penguatan rupiah mendorong IHSG naik tajam pekan lalu sebesar 160,49 poin (3,45 persen), dimana net buy asing di Bursa Indonesia selama 1 minggu lalu Rp4,61 triliun dan selama sembilan minggu Rp18,77 triliun.
Sementara bandingkan total net buying asing sepanjang 2012 sebesar Rp15 triliun, sehingga dengan kenaikan tersebut membuat banyak saham secara valuasi makin mahal. Akibatnya, investor perlu melakukan selective buying.
Demikian disampaikan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengawali minggu pertama bulan ini, senin (4/3/2013).
Dari luar negeri, beberapa sentimen turut berkontribusi pada IHSG. Salah satunya adalah setelah mengalami penguatan 0,64 persen selama minggu lalu, Dow Jones nampaknya berpeluang mencapai level tertinggi baru beberapa waktu kedepan diatas level 14,200.
Tetapi laporan ekonomi dan berita penting AS dan Eropa dapat memutuskan kemana arah yg akan dituju dari level saat ini. Diantara semua data ekonomi penting yang akan dirrilis sepanjang minggu ini, laporan tenaga kerja yang akan dirilis Jumat, yakni nonfarm payrolls Februari adalah yang terpenting, diperkirakan akan terjadi pertambahan sebesar 160 ribu pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 7,9 persen.
Disamping itu, data ekonomi penting lain yang perlu diperhatikan, seperti Nonmanufacturing ISM (Selasa); ADP employment, Factory orders, Beige book (Rabu); serta Chain Store Sales, Initial Claims (Kamis).
Menurut Edwin, dasyatnya fund inflow asing plus kuatnya pertumbuhan laba bersih emiten ditengah penguatan rupiah mendorong IHSG naik tajam pekan lalu sebesar 160,49 poin (3,45 persen), dimana net buy asing di Bursa Indonesia selama 1 minggu lalu Rp4,61 triliun dan selama sembilan minggu Rp18,77 triliun.
Sementara bandingkan total net buying asing sepanjang 2012 sebesar Rp15 triliun, sehingga dengan kenaikan tersebut membuat banyak saham secara valuasi makin mahal. Akibatnya, investor perlu melakukan selective buying.
(rna)
Lihat Juga :