IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan

Selasa, 05 Maret 2013 - 08:07 WIB
IHSG berpotensi lanjutkan...
IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya harus beristirahat sejenak setelah tak henti menyentuh level barunya. Untuk hari ini, IHSG berpotensi melakukan pelemahan susulan terutama didorong kondisi pelemahan yang juga terjadi di pasar global.

"Setelah IHSG melewati target resisten kami, tampaknya tidak cukup kuat bertahan karena kuatnya aksi profit taking. Pada perdagangan Selasa (5/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.695-4.755 dan resistance 4.830-4.840," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (5/3/2013).

Berpola menyerupai bearish harami menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terlihat menjauhi area overbought.

"Secara psikologis, kondisi ini akan membuka peluang pelemahan lanjutan. Apalagi jika dari bursa saham global menunjukkan gejala yang sama yang mengarah pada pelemahan," tegas dia.

Dari pasar global, berbagai sentimen yang berkembang mendorong investor melakukan aksi jual sebagai langkah mengamankan aset mereka.

"Pelemahan bursa saham Asia non-Jepang dan maraknya kekhawatiran terhadap posisi IHSG yang dinilai (sudah) tinggi dan sudah confirm-nya pelaku pasar terhadap rilis kinerja emiten-emiten besar membuat aksi jual banyak dilakukan," kata Reza.

Dia menerangkan, sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.825,70 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.744,48 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.761,46.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan negatif setelah merespon berita tunduknya Presiden Obama terhadap rencana senat akan sequester (pemangkasan belanja) yang berarti berlaku automatic spending cut senilai USD85 miliar.

Selain itu, rilis penurunan data manufaktur China baik versi pemerintah maupun HSBC turut berikan dampak negatif. Pelemahan rupiah juga dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan masih defisitnya neraca perdagangan dan pasca rilis inflasi Februari yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Bursa saham Asia melemah seiring dengan akan berlakunya rencana pengetatan pemerintah China terhadap pengajuan mortgage properti yang dikhawatirkan melemahkan sektor perumahan.

Pemerintah bermaksud untuk men-cooling down sektor properti agar tidak terjadi bubble, namun reaksi yang terjadi ialah negatif. Ditambah lagi dengan rilis data-data manufaktur China yang melemah makin menambah sentimen negatif.

Sementara, Nikkei menghijau setelah Gubernur BoJ terpilih, Kuroda menyampaikan pidatonya yang mendukung kebijakan pemerintah untuk percepatan stimulus.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
2 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
2 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
3 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
4 jam yang lalu
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved