IHSG diprediksi masih bertahan di teritori merah
Selasa, 05 Maret 2013 - 08:17 WIB
IHSG diprediksi masih bertahan di teritori merah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan masih akan berada di teritori merah menyusul pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin.
"Pada perdagangan hari ini (5/3) IHSG diperkirakan masih akan mengalami pelemahan untuk menguji level support di 4.720, dimana pada area level ini sempat terjadi gap pada perdagangan minggu lalu," kata Head of Research, e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Selasa (5/3/2013).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.720-4.850. Adapun, saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain AALI, ISAT, dan PTRO.
Sementara, pada perdagangan Senin (4/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 38,16 poin (+0,27 persen) ke 14.127,82 ditengah optimisme the Fed akan meneruskan program stimulus moneter. Minyak light sweet diperdagangkan di level USD90 per barel di New York ditengah tanda-tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi China.
IHSG kemarin (4/3) ditutup turun 50,15 poin (-1,04 persen) ke 4.761,46 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp191,43 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain UNTR, BBCA, AKRA, ASII, dan INTP.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.714 per USD. Secara teknikal penurunan IHSG merupakan koreksi yang wajar dikarenakan IHSG sudah berada pada area overbought.
"Pada perdagangan hari ini (5/3) IHSG diperkirakan masih akan mengalami pelemahan untuk menguji level support di 4.720, dimana pada area level ini sempat terjadi gap pada perdagangan minggu lalu," kata Head of Research, e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Selasa (5/3/2013).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.720-4.850. Adapun, saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain AALI, ISAT, dan PTRO.
Sementara, pada perdagangan Senin (4/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 38,16 poin (+0,27 persen) ke 14.127,82 ditengah optimisme the Fed akan meneruskan program stimulus moneter. Minyak light sweet diperdagangkan di level USD90 per barel di New York ditengah tanda-tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi China.
IHSG kemarin (4/3) ditutup turun 50,15 poin (-1,04 persen) ke 4.761,46 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp191,43 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain UNTR, BBCA, AKRA, ASII, dan INTP.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.714 per USD. Secara teknikal penurunan IHSG merupakan koreksi yang wajar dikarenakan IHSG sudah berada pada area overbought.
(rna)
Lihat Juga :