Standard Chartered pangkas bonus 7%

Selasa, 05 Maret 2013 - 17:38 WIB
Standard Chartered pangkas...
Standard Chartered pangkas bonus 7%
A A A
Sindonews.com - Standard Chartered Plc (STAN), pemberi pinjaman terbesar kedua di Inggris berdasarkan nilai pasar, memangkas bonus sebesar 7 persen untuk meningkatkan dividen.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (5/3/2013), bank berbasis di London itu akan membayar dividen sebesar 56,77 sen per saham, sehingga total setahun menjadi 84 sen, atau 11 persen lebih besar dari 2011.

Sementara laba sebelum pajak naik menjadi USD6,88 miliar dari USD6,78 miliar pada 2011, mengalahkan estimasi USD6,84 miliar dari 23 analis yang disurvei Bloomberg, menandai rekor keuntungan perusahaan selama 10 tahun berturut-turut. Pendapatan perusahaan naik 8 persen menjadi USD19,1 miliar.

Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered, Peter Sands, 51, sedang mencoba mencapai pertumbuhan pendapatan minimal 10 persen, serta menjaga biaya di bawah kendali karena menambah cabang di China dan Afrika.

"Jumlah bonus yang dibayarkan kurang dari jumlah yang diberikan kepada para pemegang saham. Kami telah memulai tahun ini dengan momentum yang sangat baik dan neraca yang sangat kuat," katanya.

Menurut Sands, perusahaan mengurangi bonus sebesar USD1,43 miliar dari USD1,54 miliar. Bonus untuk dirinya dan Direktur Keuangan Richard Meddings turun 10 persen, masing-masing menjadi USD3,15 miliar dan USD2,16 miliar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
28 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
36 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved