IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
Rabu, 06 Maret 2013 - 08:02 WIB
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.695-4.733 dan resistance 4.782-4.791.
Berpola menyerupai inverted hammer di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terlihat menjauhi area overbought.
"Setelah IHSG gagal membalikkan posisi menuju area hijau di tengah positifnya bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa, maka tidak jauh berbeda dari sebelumnya, dimana IHSG kemungkinan masih akan mengalami pelemahan lanjutan," terang Reza, Rabu (6/3/2013).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG seolah ingin membalas penurunan di hari sebelumnya, IHSG mencoba untuk menguat kembali. Akan tetapi, derasnya aksi profit taking dan mulai adanya nett sell asing membuat IHSG kehilangan momentum untuk menghijau hingga akhir sesi.
Pelaku pasar pun semakin gencar melakukan aksi jual setelah melihat asing yang mulai mencatatkan nett sell. Terlihat selama intraday perdagangan, perjalanan IHSG berlangsung datar. Padahal jika dibandingkan dengan laju bursa saham Asia lainnya, berjalan di jalur hijau berbeda dengan IHSG yang memerah.
Menghijaunya bursa saham Eropa, tidak serta merta mampu mengangkat IHSG ke zona hijaunya. "Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.779,55 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.751,48 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.751,70," papar dia.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Berpola menyerupai inverted hammer di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terlihat menjauhi area overbought.
"Setelah IHSG gagal membalikkan posisi menuju area hijau di tengah positifnya bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa, maka tidak jauh berbeda dari sebelumnya, dimana IHSG kemungkinan masih akan mengalami pelemahan lanjutan," terang Reza, Rabu (6/3/2013).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG seolah ingin membalas penurunan di hari sebelumnya, IHSG mencoba untuk menguat kembali. Akan tetapi, derasnya aksi profit taking dan mulai adanya nett sell asing membuat IHSG kehilangan momentum untuk menghijau hingga akhir sesi.
Pelaku pasar pun semakin gencar melakukan aksi jual setelah melihat asing yang mulai mencatatkan nett sell. Terlihat selama intraday perdagangan, perjalanan IHSG berlangsung datar. Padahal jika dibandingkan dengan laju bursa saham Asia lainnya, berjalan di jalur hijau berbeda dengan IHSG yang memerah.
Menghijaunya bursa saham Eropa, tidak serta merta mampu mengangkat IHSG ke zona hijaunya. "Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.779,55 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.751,48 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.751,70," papar dia.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :