Sempat melemah, IHSG berpotensi bangkit lagi
Rabu, 06 Maret 2013 - 08:09 WIB
Sempat melemah, IHSG berpotensi bangkit lagi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada di level support dan resistance 4.742-4.788. Pola two black crows di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish continuation, dengan kisaran terbatas.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menegaskan, potensi perbaikan kinerja IHSG tersebut terutama didorong faktor menggembirakan dari data sektor jasa. Itu tercermin dari naiknya ISM non-manufacturing bulan Februari ke level 56, melebihi ekspektasi awal di level 55.
"Selain itu, naiknya Bursa Utama Eropa setelah Menteri Keuangan zona Eropa mencapai kesepakatan untuk mem-bailout Cyprus diakhir bulan Maret sebesar 17 miliar euro setara USD22,1 miliar serta dukungan kebijakan uang murah dari The Fed menjadi katalis Dow Jones mencetak level tertinggi baru dalam sejarah berdirinya Wall Street," lanjut Edwin, Rabu (6/3/2013).
Setelah menguat +125,95 poin (+0,89 persen) pada level 14.253,77, diatas level tertinggi sebelumnya yang terjadi pada 9 Oktober 2007 pada level 14.198,10, diikuti turunnya The VIX sebesar -3,78 persen ditutup pada level 13,48, sehingga sejauh ini Dow sudah menguat hampir mencapai 9 persen selama Sembilan pekan di awal tahun 2013. Ini jauh melebihi penguatan sepanjang tahun 2012 sebesar 7,3 persen.
"Tercapainya level tertinggi baru dalam sejarah Wall Street atas Dow Jones, penguatan Bursa Utama Eropa seperti: FTSE +1,36 persen, DAX +2,32 persen, CAC +2,09 persen dan bounce-back harga komoditas ditengah dorongan aksi pembelian bersih yang sangat massive, dimana YTD mencapai Rp 18,81 triliun mendorong IHSG. Saya perkirakan, IHSG berpotensi menguat dalam perdagangan Rabu (06/03)," tutur Edwin.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menegaskan, potensi perbaikan kinerja IHSG tersebut terutama didorong faktor menggembirakan dari data sektor jasa. Itu tercermin dari naiknya ISM non-manufacturing bulan Februari ke level 56, melebihi ekspektasi awal di level 55.
"Selain itu, naiknya Bursa Utama Eropa setelah Menteri Keuangan zona Eropa mencapai kesepakatan untuk mem-bailout Cyprus diakhir bulan Maret sebesar 17 miliar euro setara USD22,1 miliar serta dukungan kebijakan uang murah dari The Fed menjadi katalis Dow Jones mencetak level tertinggi baru dalam sejarah berdirinya Wall Street," lanjut Edwin, Rabu (6/3/2013).
Setelah menguat +125,95 poin (+0,89 persen) pada level 14.253,77, diatas level tertinggi sebelumnya yang terjadi pada 9 Oktober 2007 pada level 14.198,10, diikuti turunnya The VIX sebesar -3,78 persen ditutup pada level 13,48, sehingga sejauh ini Dow sudah menguat hampir mencapai 9 persen selama Sembilan pekan di awal tahun 2013. Ini jauh melebihi penguatan sepanjang tahun 2012 sebesar 7,3 persen.
"Tercapainya level tertinggi baru dalam sejarah Wall Street atas Dow Jones, penguatan Bursa Utama Eropa seperti: FTSE +1,36 persen, DAX +2,32 persen, CAC +2,09 persen dan bounce-back harga komoditas ditengah dorongan aksi pembelian bersih yang sangat massive, dimana YTD mencapai Rp 18,81 triliun mendorong IHSG. Saya perkirakan, IHSG berpotensi menguat dalam perdagangan Rabu (06/03)," tutur Edwin.
(rna)
Lihat Juga :