Dahlan akui BUMN telat antisipasi lonjakan harga daging
Rabu, 06 Maret 2013 - 14:42 WIB
Dahlan akui BUMN telat antisipasi lonjakan harga daging
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengakui kementeriannya terlambat membantu dalam mengantisipasi kenaikan harga daging sapi. Padahal, BUMN memiliki potensi untuk mengembangbiakan sapi.
"Seandainya saya tahu harga naik, saya akan terapkan program ini lima tahun lalu. Tapi lima tahun lalu saya belum jadi menteri," kata Dahlan saat menghadiri diskusi Carut Marut Impor dan Masa Depan Swasembada Daging di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (6/3/2013).
Dahlan mengaku, awalnya berpikir bahwa permasalahan utama produksi sapi di Indonesia karena mahalnya harga pakan. "Harus belajar agak banyak dulu. Dulu saya pikir problem ternak sapi itu adalah makanannya yang mahal, sehinga peternak tidak antusias," ungkapnya.
Namun, setelah diteliti, ternyata ada permasalahan yang lebih besar, yaitu bagaimana mendapatkan sapi anakan. "Pengembangbiakan sapi di Indonesia sulit dilakukan, mencari sapi anakan yang susah. Kita (BUMN) cuma dapat 20 ribu dari 100 ribu. Bagaimana memproduksi anak sapi?" tutur Dahlan.
Dalam rangka mewujudkan swasembada daging sapi nasional, mantan Dirut PLN ini menyatakan, bahwa beberapa BUMN siap membantu memproduksi sapi. Misalnya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). "BUMN RNI siap. Telat membantu, kita kan sifatnya membantu," tutup dia.
"Seandainya saya tahu harga naik, saya akan terapkan program ini lima tahun lalu. Tapi lima tahun lalu saya belum jadi menteri," kata Dahlan saat menghadiri diskusi Carut Marut Impor dan Masa Depan Swasembada Daging di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (6/3/2013).
Dahlan mengaku, awalnya berpikir bahwa permasalahan utama produksi sapi di Indonesia karena mahalnya harga pakan. "Harus belajar agak banyak dulu. Dulu saya pikir problem ternak sapi itu adalah makanannya yang mahal, sehinga peternak tidak antusias," ungkapnya.
Namun, setelah diteliti, ternyata ada permasalahan yang lebih besar, yaitu bagaimana mendapatkan sapi anakan. "Pengembangbiakan sapi di Indonesia sulit dilakukan, mencari sapi anakan yang susah. Kita (BUMN) cuma dapat 20 ribu dari 100 ribu. Bagaimana memproduksi anak sapi?" tutur Dahlan.
Dalam rangka mewujudkan swasembada daging sapi nasional, mantan Dirut PLN ini menyatakan, bahwa beberapa BUMN siap membantu memproduksi sapi. Misalnya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). "BUMN RNI siap. Telat membantu, kita kan sifatnya membantu," tutup dia.
(izz)
Lihat Juga :