Hadapi AEC, sektor perdagangan diperkirakan semakin marak

Rabu, 06 Maret 2013 - 18:32 WIB
Hadapi AEC, sektor perdagangan...
Hadapi AEC, sektor perdagangan diperkirakan semakin marak
A A A
Sindonews.com - Belum siapnya Indonesia menghadapi Asean Economic Community (AEC) pada 2015, diperkirakan akan menggenjot pertumbuhan sektor perdagangan daripada sektor produksi.

Wakil Ketua kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) Bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), Iwan Gunawan mengatakan, AEC 2015 merupakan peluang bagi industri dalam negeri mengembangkan sayap pada perdagangan internasional. AEC 2015 akan mempermudah hubungan perdagangan antar negara di kawasan Asean.

Sayang, peluang tersebut akan menjadi hambatan apabila Indonesia tidak siap menghadapi Asean Economic Community. Menurut dia, ketidaksiapan Indonesia menghadapi AEC justru akan merugikan industri domestik. Sejumlah produk asing diperkirakan akan masuk ke Indonesia. Produk dalam negeri akan terpinggirkan jika tidak memiliki daya saing.

"Apabila peluang itu kurang termanfaatkan, sektor UMKM justru akan terkena imbasnya. Saya khawatir, mereka akan memilih sektor perdagangan sebagai usaha," jelas Iwan di Bandung, Rabu (6/3/2013).

Saat ini, lanjut Iwan, sektor perdagangan menjadi primadona pelaku UMKM di Jabar. Karena itu, perlu langkah setrategis menghadapi AEC pada 2015. Langkah-langkah tersebut mesti dipersiapkan sejak dini. Apalagi, pada 2014 pejabat publik akan konsentrasi pada pemilu legislatif.

Upaya kongkrit yang bisa dilakukan pemerintah daerah, seperti Jabar yaitu menjalin sinergi dengan semua stake holder perekonomian di kawasan ini. Kerja sama yang inten antar komponen ekonomi dan pemerintahan, akan memperkuat eksistensi dunia usaha. Terutama pelaku industri. Industri UMKM diharpkan tetap eksis dan menjadi pelaku utama pada AEC 2015.

"Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan eksistensi industri nasional yaitu memperkuat pasar domestik," kata Iwan.

Menurutnya, pangsa pasar domestik masih cukup besar. Jabar dengan jumlah penduduk mencapai 43 juta jiwa merupakan pangsa pasar potensial bagi industri di Jabar. Potensi tersebut, akan lebih besar jika menyasar pangsa pasar nasional.

Sektor UMKM, kata dia, mesti mulai memperkuat jaringan pasar, akses perbankan, dan lainnya. Hubungan antara perbankan dan UMKM akan memperkokoh industri. Industri akan mendapat suntikan modal dari perbankan. Meskipun, Iwan mengakui, banyak pelaku UMKM yang belum bankable.

"Mungkin, para pelaku UMKM yang belum memahami perbankan secara utuh. Begitu pula perbankan yang terikat peraturan," ucapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Perdagangan Dunia Tahun...
Perdagangan Dunia Tahun Ini Mengalami Perlambatan 10,4%
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
10 menit yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
19 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
1 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
1 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved