IHSG diprediksi mampu bertahan di teritori hijau
Kamis, 07 Maret 2013 - 08:09 WIB
IHSG diprediksi mampu bertahan di teritori hijau
A
A
A
Sindonews.com - Tampaknya berita positif memang ditunggu oleh para pelaku pasar. Menyusul perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi mampu mempertahankan posisinya di teritori hijau.
"Pada perdagangan Kamis (7/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.695-4.733 dan resistance 4.782-4.791," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, kamis (7/3/2013).
IHSG, terang Reza, tampak berpola menyerupai morning star di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD kembali naik dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba naik mendekati area overbought.
"Tampaknya IHSG sama sekali tidak mendekati target support kami (4.695-4.733), sehingga tidak membuka pelemahan lanjutan. Dengan demikian, seharusnya IHSG dapat bertahan di zona hijau yang tentunya juga harus didukung oleh sentimen yang mengkonfirmasi masih adanya peluang pergerakan positif," tegas dia.
Dari pengamatannya pada perdagangan kemarin, diakui Reza, terlihat setelah laju bursa saham global mengkonfirmasi penguatan pasca banyaknya berita stimulus yang akan dijalankan oleh perbankan global membuat pelaku pasar kembali hunting saham-saham yang sebelumnya mengalami pelemahan.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.835,07 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4.767,93 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.824,68," kata Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah rebound ditengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pertemuan internal bank sentral, baik dari BI, BoJ, BoE, dan ECB. Dengan adanya pertemuan tersebut, pelaku pasar banyak berharap akan adanya kebijakan lanjutan mengenai pelonggaran moneter. Harapan ini muncul untuk dapat mengimbangi sentimen negatif dari belum adanya titik temu atas solusi fiskal AS.
Laju rupiah juga terpengaruh dengan masih adanya imbas kenaikan services PMI di zona Eropa dan rencana pemerintah untuk menggenjot belanja fiskalnya. Apresiasi rupiah sedikit tertahan dengan rilis penurunan GDP kuartalan Australia dan perkiraan tidak berubahnya GDP kuartalan zona Eropa.
Dari sisi rilis data-data ekonomi AS dan Eropa menunjukkan kenaikan di sektor manufakturnya sehingga makin menambah kabar positif. Bursa saham Asia melanjutkan positif pasca penguatan yang terjadi di Eropa dan AS setelah rilis data-data manufakturnya dan langkah pemerintah China terhadap laju ekonominya.
Selain itu, dari sisi transaksi di pasar keuangan, adanya kenaikan hingga 684 miliar yuan (USD110 miliar) untuk pembelian forex yang dipersepsikan sebagai kenaikan aliran dana asing ke China melambungkan indeks saham Asia, terutama Hang Seng dan Shanghai.
"Kabar dari China yang memperlihatkan keinginannya untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya tersebut, serta masih adanya rilis kinerja positif emiten dalam negeri turut menghijaukan IHSG," simpul dia.
"Pada perdagangan Kamis (7/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.695-4.733 dan resistance 4.782-4.791," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, kamis (7/3/2013).
IHSG, terang Reza, tampak berpola menyerupai morning star di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD kembali naik dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba naik mendekati area overbought.
"Tampaknya IHSG sama sekali tidak mendekati target support kami (4.695-4.733), sehingga tidak membuka pelemahan lanjutan. Dengan demikian, seharusnya IHSG dapat bertahan di zona hijau yang tentunya juga harus didukung oleh sentimen yang mengkonfirmasi masih adanya peluang pergerakan positif," tegas dia.
Dari pengamatannya pada perdagangan kemarin, diakui Reza, terlihat setelah laju bursa saham global mengkonfirmasi penguatan pasca banyaknya berita stimulus yang akan dijalankan oleh perbankan global membuat pelaku pasar kembali hunting saham-saham yang sebelumnya mengalami pelemahan.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.835,07 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4.767,93 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.824,68," kata Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah rebound ditengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pertemuan internal bank sentral, baik dari BI, BoJ, BoE, dan ECB. Dengan adanya pertemuan tersebut, pelaku pasar banyak berharap akan adanya kebijakan lanjutan mengenai pelonggaran moneter. Harapan ini muncul untuk dapat mengimbangi sentimen negatif dari belum adanya titik temu atas solusi fiskal AS.
Laju rupiah juga terpengaruh dengan masih adanya imbas kenaikan services PMI di zona Eropa dan rencana pemerintah untuk menggenjot belanja fiskalnya. Apresiasi rupiah sedikit tertahan dengan rilis penurunan GDP kuartalan Australia dan perkiraan tidak berubahnya GDP kuartalan zona Eropa.
Dari sisi rilis data-data ekonomi AS dan Eropa menunjukkan kenaikan di sektor manufakturnya sehingga makin menambah kabar positif. Bursa saham Asia melanjutkan positif pasca penguatan yang terjadi di Eropa dan AS setelah rilis data-data manufakturnya dan langkah pemerintah China terhadap laju ekonominya.
Selain itu, dari sisi transaksi di pasar keuangan, adanya kenaikan hingga 684 miliar yuan (USD110 miliar) untuk pembelian forex yang dipersepsikan sebagai kenaikan aliran dana asing ke China melambungkan indeks saham Asia, terutama Hang Seng dan Shanghai.
"Kabar dari China yang memperlihatkan keinginannya untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya tersebut, serta masih adanya rilis kinerja positif emiten dalam negeri turut menghijaukan IHSG," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :