Ekspor China Februari 2013 melonjak 20%

Jum'at, 08 Maret 2013 - 13:28 WIB
Ekspor China Februari...
Ekspor China Februari 2013 melonjak 20%
A A A
Sindonews.com - Ekspor China pada Februari 2013, dilaporkan melonjak lebih dari 20 persen, meskipun terpotong libur Tahun Baru Imlek. Hasil ini dipercaya sebagai indikasi pemulihan ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu.

Administrasi Umum Bea Cukai China mengatakan, lonjakan ekspor membantu mencatat surplus perdagangan USD15,3 miliar, meskipun surplus menyempit dari USD29,2 miliar pada Januari lalu.

Pasar telah memperkirakan defisit perdagangan sebesar USD16 miliar, berdasarkan perkiraan median dalam jajak pendapat 13 ekonom Dow Jones Newswires.

Ekspor melonjak 21,8 persen year on year menjadi USD139,4 miliar pada Februari, sementara impor turun 15,2 persen menjadi USD124,1 miliar.

Para analis mengatakan, pertumbuhan ekspor yang kuat adalah pertanda baik bagi perekonomian, tetapi kelemahan impor mungkin karena pabrik memberhentikan produksi untuk liburan selama seminggu, mengurangi permintaan bahan baku dan komponen.

"Data impor mungkin telah dipengaruhi faktor musiman Tahun Baru Imlek, tetapi ekspor tidak terpengaruh sama sekali, tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Liu Ligang, seorang ekonom dari bank ANZ berbasis di Hong Kong, seperti dilansir Global Post, Jumat (8/3/2013).

"China pasti akan tetap di jalur pemulihan tahun ini, dengan ekonomi cenderung tumbuh lebih dari delapan persen," tambahnya.

Investor mencari kekuatan pemulihan ekonomi China setelah ekonomi tumbuh 7,8 persen per tahun pada 2012, kinerja terburuk selama 13 tahun, dalam menghadapi kelemahan di rumah dan di pasar luar negeri utama.

Pada pembukaan legislatif nasional, Perdana Menteri Wen Jiabao menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7,5 persen tahun ini, tidak berubah dari tujuan yang ditetapkan tahun lalu.

"Perekonomian domestik tentu pulih, tapi masih sulit mengatakan kekuatan (pemulihan)," kata Zhang Zhiwei, ekonom dari Nomura Securities, Hong Kong.

Aktivitas manufaktur di China diperluas di laju paling lambat dalam lima bulan pada Februari, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) berdiri di 50,1. PMI merupakan barometer dari kesehatan ekonomi China.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
35 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved