2013, Exxon prediksi akan ada penurunan produksi
Jum'at, 08 Maret 2013 - 14:18 WIB
2013, Exxon prediksi akan ada penurunan produksi
A
A
A
Sindonews.com - Exxon Mobil Corp memprediksi produksi gas alam akan turun 1 persen tahun ini. Namun, bakal meningkat dalam beberapa tahun kedepan karena adanya proyek-proyek baru.
Seperti dikutip dari Taipei Times, Jumat (8/3/2013), perusahaan berencana akan menghabiskan USD190 miliar untuk eksplorasi dan penembangan selama lima tahun kedepan. Pada tahun lalu, produksi Exxon Mobil sempat turun 6 persen. Namun, perusahaan masih mendapatkan keuntungan sebesar USD44,9 miliar.
Analis telah mengkhawatirkan produksi Exxon akan jatuh dan menghabiskan biaya yang lebih tinggi untuk penggalian minyak dan gas yang sulit dijangkau.
CEO Exxon Mobil, Rex Tillerson mengatakan, bahwa produksi tahun lalu turun jauh dari harapan perusahaan karena adanya masalah kinerja operasional di beberapa fasilitas, termasuk harga yang lebih rendah dan pengeluaran yang lebih rendah di Irak.
Tillerson mengatakan, produksi akan meningkat setelah tahun ini, karena Exxon mulai produksi di 22 proyek besar selama tiga tahun ke depan, termasuk memperluas operasi minyak pasir Kearl di Alberta, Kanada, dan eksplorasi di Arktik Rusia.
Menurutnya, sebagian besar kenaikan tersebut akan berasal dari produksi minyak. Karena mayoritas proyek-proyek baru tersebut ke arah minyak daripada gas.
Harga gas alam di Amerika Utara telah rendah selama beberapa tahun. Exxon telah menjadi produsen terbesar di AS dari gas alam sejak membeli XTO Energi pada 2010.
Tillerson juga mengatakan, bahwa perusahaan sedang mempelajari pilihan untuk pengiriman minyak mentah Kanada untuk kilang Gulf Coast, jika AS tidak menyetujui pipa Keystone XL.
Beberapa kelompok di daerah tersebut menekan pemerintahan AS untuk memblokir pipa, yang menurut mereka akan menambah perubahan iklim.
Seperti dikutip dari Taipei Times, Jumat (8/3/2013), perusahaan berencana akan menghabiskan USD190 miliar untuk eksplorasi dan penembangan selama lima tahun kedepan. Pada tahun lalu, produksi Exxon Mobil sempat turun 6 persen. Namun, perusahaan masih mendapatkan keuntungan sebesar USD44,9 miliar.
Analis telah mengkhawatirkan produksi Exxon akan jatuh dan menghabiskan biaya yang lebih tinggi untuk penggalian minyak dan gas yang sulit dijangkau.
CEO Exxon Mobil, Rex Tillerson mengatakan, bahwa produksi tahun lalu turun jauh dari harapan perusahaan karena adanya masalah kinerja operasional di beberapa fasilitas, termasuk harga yang lebih rendah dan pengeluaran yang lebih rendah di Irak.
Tillerson mengatakan, produksi akan meningkat setelah tahun ini, karena Exxon mulai produksi di 22 proyek besar selama tiga tahun ke depan, termasuk memperluas operasi minyak pasir Kearl di Alberta, Kanada, dan eksplorasi di Arktik Rusia.
Menurutnya, sebagian besar kenaikan tersebut akan berasal dari produksi minyak. Karena mayoritas proyek-proyek baru tersebut ke arah minyak daripada gas.
Harga gas alam di Amerika Utara telah rendah selama beberapa tahun. Exxon telah menjadi produsen terbesar di AS dari gas alam sejak membeli XTO Energi pada 2010.
Tillerson juga mengatakan, bahwa perusahaan sedang mempelajari pilihan untuk pengiriman minyak mentah Kanada untuk kilang Gulf Coast, jika AS tidak menyetujui pipa Keystone XL.
Beberapa kelompok di daerah tersebut menekan pemerintahan AS untuk memblokir pipa, yang menurut mereka akan menambah perubahan iklim.
(izz)
Lihat Juga :