RAY turut lestarikan budaya Keraton Yogyakarta

Senin, 11 Maret 2013 - 15:09 WIB
RAY turut lestarikan...
RAY turut lestarikan budaya Keraton Yogyakarta
A A A
Sindonews.com - Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel mencoba melestarikan tradisi budaya yang ada di Keraton Yogyakarta. Bersama dengan Paguyuban Jemparingan Mataram Mardiroso, RAY menggelar jemparing (memanah).

Acara ini digelar setiap hari jumat mulai pukul 15.00 WIB-17.00 WIB. Pada acara ini juga dilakukan tradisi Patehan yaitu mempersembahkan makanan dan minuman sembari menyaksikan jemparingan.

Public Relation Manager RAY, Wiwied A Widyastuti mengatakan, dua tradisi ini masih akan terus dipertahankan. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi tamu hotel yang menginap. Dua agenda ini dilaksanakan di Pendopo Agung RAY yang merupakan area heritage di komplek hotel.

“Kita akan junjung tinggi tradisi dan budaya, makanya kita terus lestarikan patehan dan jemparingan,” jelas wiwied di Yogyakarta, Senin (11/3/2013).

Patehan merupakan tradisi menyajikan teh ala Keraton Yogyakarta di masa lalu. Tradisi ini dulunya dilakukan oaleh para raja sembari menyaksikan latihan jemparingan pada era Kerajaan Mataram. Patehan ini sendiri diawali dengan kirab menggunakan pakaian khas Jawa membawa makanan dan minuman.

Peserta kirab selanjutnya menawarkan kepada peserta makanan dan minuan yang disajikan dengan tradisi Jawa. Dimana saat menyajikan dilakukan dengan lampah ndodok (berjalan jongkok). Sajian teh yang ditawarkan dengan cita rasa tinggi lengkap dengan beberapa gula alternatif.

Sedangkan Jemparingan, merupaan salah satu tradisi memanah yang pernah ada. Setiap peserta wajib mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dengan surjan, blangkon dan keris. Setiap peserta juga menggunakan busur tradisional. “Harapan kita ini bisa meberikan kontribusi bagi pariwisata,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Hewan yang Dianggap...
Hewan yang Dianggap Sakral dalam Budaya Jawa dan Melebihi Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved