Fokus FS, JMI abaikan DBJ dalam proyek pasir besi

Senin, 11 Maret 2013 - 19:45 WIB
Fokus FS, JMI abaikan...
Fokus FS, JMI abaikan DBJ dalam proyek pasir besi
A A A
Sindonews.com - Rencana akan masuknya Development Bank of Japan (DBJ) dalam proyek pasir besi, ternyata belum mampu menarik perhatian PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemegang kontrak karya.

JMI lebih memilih fokus pada penyusunan feasibility study (FS) pembangunan pabrik pig iron. Direktur SDM dan Pembangunan Masyarakat PT JMI, Heru Priyono mengatakan, hingga kini JMI belum mendapatkan perkembangan apa pun terkait rencana masuknya DBJ dalam proyek tambang pasir besi. Karena itu, JMI memilih fokus menyelesikan FS.

"Setelah pertemuan dengan pemerintah provinsi beberapa waktu lalu, belum ada perkembangan apa pun sampai saat ini. Jadi, kami belum bisa memberi respon apa-apa. Sekarang kami sedang fokus menyusun FS, konsultan FS sudah meninjau lapangan dan mulai bekerja," kata Heru, Senin (11/3/2013).

Dia menjelaskan, meski proses pembangunan pabrik pig iron harus tertunda karena kewajiban menyusun ulang FS, namun dia mengaku optimis pembangunan pabrik selesai sesuai target. Sebab, JMI akan memproses yang dapat didahulukan untuk mempercepat waktu. "Kami belum bisa memastikan, tapi harapannya cepat selesai," ujarnya.

Menurut dia, JMI juga sedang menyiapkan dokumen reklamasi lahan di Pilot Project Karangwuni yang diminta pemerintah kabupaten. Selain itu, JMI juga sedang melakukan penanaman pada blok 1B di wilayah Karangwuni paska berhasilnya proses penanaman hingga reklamasi lahan pada blok 1A.

"Saat ini sudah ada konsltan luar yang melakukan pengamatan bagaimana kondisi lahan setelah ditanam dan proses reklamasi," ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengaku belum mendapat kepastian terkait rencana masuknya DBJ. Pemkab, kata dia, juga belum berkomunikasi lebih jauh dengan JMI terkait rencana tersebut. Kendati demikian, dia berharap kehadiran investor asing dapat mempercepat realisasi pembambangan pasir besi.

Menurut Hasto, saat ini pemkab tengah menunggu penyerahan dokumen reklamasi lahan di lokasi Pilot Project. Dia mengatakan, dokumen itu seharusnya sudah diserahkan JMI tanpa harus diminta terlebih dahulu. Sebab, penyerahan dokumen sudah tercantum dalam kontrak karya.

"Kita sudah sampaikan dalam audiensi, permintaan ini tidak perlu surat khusus karena sudah menjadi mekanisme yang harus dilakukan dalam kontrak karya. Tapi sampai sekarang belum. Kita masih menunggu," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved