Dow Jones kembali cetak rekor baru

Selasa, 12 Maret 2013 - 09:57 WIB
Dow Jones kembali cetak...
Dow Jones kembali cetak rekor baru
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir naik, mengangkat Indeks Dow Jones ke rekor baru dan mendorong S&P 500 ke level intraday tertinggi sejak Oktober 2007.

Saham-saham di Amerika Serikat reli pada pekan lalu dengan indeks Dow Jones berakhir pada level tertinggi, dengan naik 50,22 poin atau 0,35 persen ke level 14.447,29. Indeks S&P 500 menguat 5,04 poin atau 0,32 persen ke 1.556,22, sedikit di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada 9 Oktober 2007, yakni di level 1.565,15.

Pada awal sesi perdagangan, Indeks S&P 500 naik ke level 1.556,27, level intraday tertinggi sejak 15 Oktober 2007. Sedangkan Indeks Dow Jones pada awal sesi mencapai intraday tertinggi sepanjang sejarah ke level 14.448,06.

Indeks Dow Jones telah naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini dan Indeks S&P 500 naik lebih dari 9 persen. Sedangkan, Indeks Komposit Nasdaq bertambah 8,51 poin atau 0,26 persen ke level 3.252,87.

Kendati demikian, ketakutan Wall Street berakhir pada level terendah sejak Februari 2007 tidak terbukti lantaran investor tidak khawatir terhadap koreksi yang mungkin terjadi pada perdagangan awal pekan, meski banyak investor memperkirakan koreksi mungkin akan terjadi.

Saham-saham di AS mengalami reli sejak awal tahun ini didukung sentimen positif perbaikan ekonomi AS dan dukungan program pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) III oleh The Fed. Faktor tersebut dimanfaatkan kalangan investor sebagai kesempatan untuk membeli saham.

"Saham-saham secara konsisten dibeli. Pasti ada peluang yang baik bagi pasar," kata Managing Director di Knight Capital, New Jersey, Peter Kenny seperti dilansir Reuters, Selasa (12/3/2013).

Saham-saham di Wall Street telah diperdagangkan sedikit lebih rendah pada hari sebelumnya sebagai akibat diturunkannya peringkat kredit Italia dan data ekonomi China yang mengecewakan menyebabkan investor berhenti sementara untuk melakukan transaksi saham.

Perdagangan Senin waktu setempat tercatat volume transaksi yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, NYSE dan Nasdaq MKT sekitar 5,39 miliar atau di bawah rata-rata harian 6,47 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved