Ini alasan Jero sebagian besar gas bumi diekspor

Kamis, 14 Maret 2013 - 14:57 WIB
Ini alasan Jero sebagian...
Ini alasan Jero sebagian besar gas bumi diekspor
A A A
Sindonews.com - Saat ini, lebih dari 50 persen gas bumi masih dialokasikan untuk ekspor. Padahal, industri dalam negeri masih sangat membutuhkan gas untuk sumber energi. Para pelaku usaha dalam negeri memprotes kebijakan ini.

Mengenai hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengemukakan beberapa alasan. Bagaimana tanggapan Jero?

Jero menjelaskan, pemerintah terikat berbagai kontrak untuk mengekspor gas ke berbagai pihak. Kontrak-kontrak tersebut tentu tidak dapat diubah begitu saja. Akibat kontrak gas jangka panjang ini, pemerintah kesulitan mengalokasikan gas untuk kebutuhan industri nasional.

"Ekspor itu masih diperlukan, karena ada kontrak-kontrak jangka panjang," kata Jero Wacik usai acara peluncuran komik penghematan energi di Museum Listrik, Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Menteri yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengungkapkan, pihaknya masih mempertahankan ekspor gas dalam jumlah besar demi menambah pundi-pundi negara. Dia berdalih bahwa pendapatan dari ekspor gas bumi ini menguntungkan rakyat, karena akan digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Kedua, kita juga perlu revenue. Harga gas untuk ekspor itu juga mahal, sampai USD18 (per mmscfd) dan kalau itu kita ekspor, kita dapat uang, uangnya untuk rakyat lagi kan? Kalau semuanya tidak boleh untuk ekspor, kita enggak dapat revenue," tutur dia.

Meski demikian, Jero berjanji akan berusaha meningkatkan alokasi gas untuk kebutuhan domestik. Setelah sejumlah infrastruktur penyimpanan gas (Floating Storage and Regasification Unit/FSRU) selesai dibangun.

Jika peningkatan alokasi gas domestik dipaksakan saat ini, negara justru akan merugi, sebab infrastruktur untuk penyimpanan gas belum siap, pendapatan dari ekspor pun akan berkurang. "Jadi, sebagian untuk ekspor, sebagian untuk dalam negeri, di mana kalau sudah siap infrastrukturnya saya mulai alirkan gas-gasnya," pungkas Jero.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta pemerintah menghentikan ekspor gas agar kerugian devisa negara akibat ekspor gas dapat ditekan.

"Saya menyarankan pemerintah agar menyetop praktik ekspor gas. Kalau ada orang bilang ekspor LNG bagus, bulu kuduk saya merinding," kata Anggota Komite BPH Migas Qoyum Tjandranegara kemarin.

Qoyum berpendapat, ekspor gas besar-secara besaran yang dilakukan pemerintah saat ini menyebabkan kerugian devisa yang jumlahnya mencapai ratusan triliun. "Mulai 2011 itu kita kehilangan devisa sampai Rp183 triliun, belum lagi yang sebelum-sebelumnya. Mengekspor gas itu merugikan negara, tapi sekarang masih saja mengekspor," ucapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
3 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
4 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
4 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
5 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
5 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved