Bos Google buka akses internet di Myanmar
Sabtu, 16 Maret 2013 - 14:47 WIB
Bos Google buka akses internet di Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan web terbesar di dunia, Google Inc semakin menancapkan kukunya di pasar Asia Tenggara. Kabar ini datang menyusul rencana kedatangan Ketua Google, Eric Schmidt ke Myanmar, membuka peluang kebebasan internet di negara bekas junta militer tersebut.
Dilansir Global Post, Sabtu (16/3/2013) Schmidt akan berbicara di Yangon, pada 22 Maret mendatang, sebagai bagian dari tur Asia, dengan tujuan meningkatkan akses web di negeri itu.
Di bawah rezim militer internet dikontrol sangat ketat, dengan menutup akses situs anti-pemerintah dan memblokir situs asing seperti YouTube.
Reformasi ekonomi telah memutar kembali dekade pemerintahan represif, dengan semakin banyaknya orang mengunduh media online untuk membuka pandangan mereka.
Namun penetrasi internet di Myanmar masih sedikit, akibat sanksi panjang yang diberlakukan seluruh dunia. Kalaupun mereka memasang akses web, koneksinya sangat lambat.
"Kunjungan Schmidt bertujuan menjalin hubungan dengan mitra lokal. Google akan bekerja memperbaiki kehidupan jutaan orang di seluruh wilayah dengan membantu mereka mendapatkan akses online serta mengakses informasi dunia untuk pertama kalinya," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataannya.
Sekretaris Asosiasi Komputer Profesional Myanmar, Thaung Su Nyein mengatakan Schmidt akan memberikan pidato selama satu jam di taman Informasi dan Komunikasi Teknologi Myanmar.
"Kami sangat bangga dan senang bahwa ketua eksekutif (Google) mereka akan datang dan mengunjungi kami," ujarnya.
Sebelumnya, Schmidt telah melakukan kunjungan pribadi ke Korea Utara pada Januari lalu, dan Myanmar adalah salah satu pasar Asia terakhir yang belum dimanfaatkan.
Dilansir Global Post, Sabtu (16/3/2013) Schmidt akan berbicara di Yangon, pada 22 Maret mendatang, sebagai bagian dari tur Asia, dengan tujuan meningkatkan akses web di negeri itu.
Di bawah rezim militer internet dikontrol sangat ketat, dengan menutup akses situs anti-pemerintah dan memblokir situs asing seperti YouTube.
Reformasi ekonomi telah memutar kembali dekade pemerintahan represif, dengan semakin banyaknya orang mengunduh media online untuk membuka pandangan mereka.
Namun penetrasi internet di Myanmar masih sedikit, akibat sanksi panjang yang diberlakukan seluruh dunia. Kalaupun mereka memasang akses web, koneksinya sangat lambat.
"Kunjungan Schmidt bertujuan menjalin hubungan dengan mitra lokal. Google akan bekerja memperbaiki kehidupan jutaan orang di seluruh wilayah dengan membantu mereka mendapatkan akses online serta mengakses informasi dunia untuk pertama kalinya," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataannya.
Sekretaris Asosiasi Komputer Profesional Myanmar, Thaung Su Nyein mengatakan Schmidt akan memberikan pidato selama satu jam di taman Informasi dan Komunikasi Teknologi Myanmar.
"Kami sangat bangga dan senang bahwa ketua eksekutif (Google) mereka akan datang dan mengunjungi kami," ujarnya.
Sebelumnya, Schmidt telah melakukan kunjungan pribadi ke Korea Utara pada Januari lalu, dan Myanmar adalah salah satu pasar Asia terakhir yang belum dimanfaatkan.
(dmd)
Lihat Juga :