Kadin nilai pemerintah saling lempar tanggung jawab

Sabtu, 16 Maret 2013 - 16:43 WIB
Kadin nilai pemerintah...
Kadin nilai pemerintah saling lempar tanggung jawab
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa pemimpin negara harus segera melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan kebijakan pangan nasional, baik untuk produksi lokal maupun impor.

"Carut marut kebijakan pangan nasional baik impor maupun produksi lokal perlu ada tindakan Presiden kepada Kementerian Pertaian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kemenko Perekonomian," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Sabtu (16/3/2013).

Menurutnya, wajar jika Presiden melihat kementrian tersebut saling lempar tanggung jawab. Dia menilai, regulasi kebijakan pangan Indonesia bukan rahasia lagi, Kadin sudah sering mengingatkan keempat Kementrian tersebut. Namun, Kementerian itu sangat menonjolkan egoisme sektoral.

"Masalah yang sering disampaikan dunia usaha kepada pemerintah selalu terabaikan. Sehingga persoalan tahun demi tahun pangan nasional kita sering muncul berulang seperti kasus gula, kedelai, jagung, garam, bawang, beras, daging, dan lainnya," ungkap dia.

Permasalahan yang berulang ini, lanjut Natsir, adalah akibat pemerintah pusat yang masih mempertahankan sentralisasi kebijakan pangan nasional. Pihaknya juga menilai tidak jarang timbulnya konspirasi di antara kementerian-kementerian terkait.

"Kita sering berhadapan dengan empat kementrian itu yang berkonspirasi atau bersekongkol membuat regulasi tanpa dibicarakan dengan dunia usaha Kadin. Tiba-tiba sudah ada kebijakan dikeluarkan, namun begitu ribut baru pemerintah panik," jelas dia.

Natsir menuturkan, model kebijakan semacam itu, cenderung hanya mempertahankan kepentingan tertentu, bahkan kepentingan kartel atau pejabat pemerintahnya terkadang bertindak sebagai pengusaha.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved