Bulukumba anggarkan promosi industri Rp127 Juta

Sabtu, 16 Maret 2013 - 17:07 WIB
Bulukumba anggarkan...
Bulukumba anggarkan promosi industri Rp127 Juta
A A A
Sindonews.com - Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi (KP3E) Bulukumba, Sulawesi Selatan menganggarkan biaya promisi perindustrian sebesar Rp127 juta pada 2013. Promosi tersebut untuk skala usaha kecil menengah (UKM) yang masuk binaan, seperti food, perajin kayu, dan lainnya.

Kepala Seksi Pembinaan Usaha Industri KP3E Bulukumba, Muhammad Mansyur mengungkapkan, promosi perindustrian tersebut dilakukan untuk memperlancar pengetahuan para pengusaha menengah kecil dalam mengembangkan bisnisnya ke depan. "Semua produksi hasil karya daerah akan dipromosikan," ucap Mansyur, Sabtu (16/3/2013).

Menurutnya, biaya yang dialokasikan dari APBD Bulukumba untuk pengadaan bahan objek senilai Rp15 juta, rekonstrasi administrasi dokumentasi dan ATK sebesar Rp5,4 juta dan promosi dalam kabupaten maupun di luar kabupaten, hingga luar pulau sekitar Rp107,5 juta.

"Kita promosikan hingga di laur pulau, jadi anggaranya besar. Diantaranya yang dipromosikan seperti cemilan yang dibuat industri rumah tangga, termasuk aksesoris kerang dan miniature pinisi. Kita akan jual keluar daerah," tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk memperkenalkan hasil industri daerah, perlu banyak promosi, khususnya untuk pengusaha yang bergerak di bidang industri makanan maupun lainya, harus memperlihatkan tampilan menarik dari kemasan higienis. Termasuk miniatur pinisi yang semakin dipasarkan hingga di luar negeri.

Secara terpisah, Anggota DPRD Bulukumba, Andi Mustamin Patawarip Philips mengemukakan, biaya promosi ciri khas Bulukumba harus lebih besar dari yang ada sekarang jika ingin lebih kenal. Menurutnya, minimnya anggaran akan membuat promosi industri keluar daerah tidak maksimal.

"Kalau mau lebih dikenal sampai keluar daerah, maka anggaranya harus ditambah. Sekarang promosi tidak maksimal karena biaya kurang. Padahal, kalau ini bisa dimaksimalkan, saya kira hasil produksi daerah ini akan lebih dikenal lagi. Apalagi, ada beberapa hasil industri disini tidak dimiliki kabupaten lain," ujar Philips.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Rumah Produksi UKM Binjai,...
Rumah Produksi UKM Binjai, Lahirkan Lukisan Sabut Kelapa
Siapkan Regulasi Pasar...
Siapkan Regulasi Pasar Digital, Menkop UKM: Untuk Lindungi Produk Dalam Negeri dan UKM
Showcase Produk Lokal...
Showcase Produk Lokal Dorong Semangat Inovasi Pelaku UKM
Dapat Izin dari OJK,...
Dapat Izin dari OJK, Danamart Dukung Kemudahan Permodalan Bagi UKM
Menteri Koperasi UKM:...
Menteri Koperasi UKM: Pembiayaan UKM Harus Ramah dan Mendidik
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved