Tanjung Adikarto masih butuh Rp300 M

Minggu, 17 Maret 2013 - 18:22 WIB
Tanjung Adikarto masih...
Tanjung Adikarto masih butuh Rp300 M
A A A
Sindonews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C Sutardjo memastikan pencairan dana Rp100 miliar untuk penyelesaian breakwater Pelabuhan ikan Tanjung Adikarto. Namun ternyata, pelabuhan ini masih membutuhkan anggaran antara Rp275-300 miliar agar dapat beroperasi secara optimal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Andung Prihadi mengatakan, anggaran ini dibutuhkan untuk penyelesaian breakwater dan infrastruktur pendukung lain. Menurut dia, anggaran Rp100 miliar yang dipastikan cair, tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan breakwater.

Sebab, dalam perjalanannya ada penyempurnaan bobot dan ukuran tetrapod yang digunakan maupun kepanjangan breakwater. Sisa breakwater akan ditambah 20 meter di sisi timur sehingga menjadi 100 meter secara keseluruhan. Sedangkan tetrapod yang digunakan juga disempurnakan, dari semula 9,50 ton-11,00 ton menjadi 16,50 -18,00 ton.

“Untuk breakwater saja, butuh anggaran sekitar Rp200 miliar baru selesai semuanya. Sekarang ombaknya juga semakin besar, ketinggiannya bisa melebihi breakwater. Jadi ke depan akan ditinggikan lagi sampai sekitar 8 meter. Sehingga breakwater ini baru selesai penuh tahun 2015,” kata Andung, Minggu (17/3/2013).

Dia menjelaskan, tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berencana mengeruk alur masuk kapal. Tujuannya agar kapal berukuran di bawah 30 grosston dapat memasuki kolam pelabuhan melalui alur tersebut. Namun pengerukan baru dilakukan setelah rekomendasi teknis dari Balai Besar Serayu Opak dan UGM.

“Dalam 1,5-2 bulan ke depan rekomendasi teknis keluar. Alur langsung dikeruk. Nanti rekomendasi teknis itu juga kita gunakan untuk mengajukan anggaran pelabuhan ke Departemen Pekerjaan Umum,” terangnya.

Selain penyelesaian di laut, pembangunan di darat dikerjakan secara simultan. Dengan demikian, di samping menyelesaikan breakwater pembangunan infrastruktur pendukung seperti cold storage, tempat pelelangan ikan maupun stasiun pengisian bahan bakar. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp100 miliar.

Kendati demikian, dia memastikan tahun 2014 pelabuhan Tanjung Adikarto sudah beroperasi. Dalam artian, pelabuhan sudah dapat dapat digunakan untuk mendaratkan kapal. “Tapi memang belum beroperasi secara optimal. Operasionalnya baru optimal tahun 2015,” tegasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Si Denok Bandarwati,...
Si Denok Bandarwati, Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
Tenaga Kerja di Pelabuhan...
Tenaga Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Optimalisasi Operasional...
Optimalisasi Operasional Pelabuhan Tanjung Priok dengan Alat Pemindai Peti Kemas
Masih Misteri, Bunker...
Masih Misteri, Bunker di Stasiun Tanjung Priok Bisa Tembus ke Pulau Onrust
MUI Jakut Dukung Polisi...
MUI Jakut Dukung Polisi Jaga Kamtibmas di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
2 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
2 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
3 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved