Apple diperkirakan akan naikkan dividen 56 persen
Selasa, 19 Maret 2013 - 12:43 WIB
Apple diperkirakan akan naikkan dividen 56 persen
A
A
A
Sindonews.com - Apple diperkirakan akan meningkatkan nilai dividen lebih dari 50 persen. Hal itu diungkap analis yang disurvei Bloomberg. Investor terpukul atas kemerosotan saham Apple dengan salah satu hasil tertinggi dalam industri teknologi AS.
Menurut estimasi rata-rata dari enam analis, Apple diperkirakan akan meningkatkan dividen hingga 56 persen menjadi USD4,14 per saham, untuk pembayaran tahunan sebesar USD15,7 miliar. Apple bisa mendanai pembayaran dengan arus kas yang ada tanpa menggunakan keuntungan dari luar negeri, yang dapat dikenakan pajak tambahan, kata analis Piper Jaffray Cos, Gene Munster.
CEO Apple, Tim Cook menghadapi tekanan untuk mengambil langkah-langkah berani membayar lebih dari USD137,1 miliar dalam bentuk tunai dan investasi. Investor, termasuk Modal Greenlight David Einhorn itu, yang mendorong lebih banyak uang sebagai pertumbuhan melambat dan persaingan dari saingan, seperti Samsung.
"Akumulasi uang tunai telah menjadi berlebihan," kata Brian White, seorang analis di New York-based Capital Markets Topeka seperti dikutip dari Economic Times, Selasa (19/3/2013).
Setelah prediksi ini dirilis, saham Apple hanya naik tipis, kurang dari 1 persen di New York atau menjadi USD446,45. Hingga 15 Maret 2013, saham Apple turun hingga 37 persen dari level puncaknya pada 19 September lalu. Bandingkan dengan kenaikan sebesar 6,8 persen yang dialami indeks Standard & Poor's 500.
Menurut estimasi rata-rata dari enam analis, Apple diperkirakan akan meningkatkan dividen hingga 56 persen menjadi USD4,14 per saham, untuk pembayaran tahunan sebesar USD15,7 miliar. Apple bisa mendanai pembayaran dengan arus kas yang ada tanpa menggunakan keuntungan dari luar negeri, yang dapat dikenakan pajak tambahan, kata analis Piper Jaffray Cos, Gene Munster.
CEO Apple, Tim Cook menghadapi tekanan untuk mengambil langkah-langkah berani membayar lebih dari USD137,1 miliar dalam bentuk tunai dan investasi. Investor, termasuk Modal Greenlight David Einhorn itu, yang mendorong lebih banyak uang sebagai pertumbuhan melambat dan persaingan dari saingan, seperti Samsung.
"Akumulasi uang tunai telah menjadi berlebihan," kata Brian White, seorang analis di New York-based Capital Markets Topeka seperti dikutip dari Economic Times, Selasa (19/3/2013).
Setelah prediksi ini dirilis, saham Apple hanya naik tipis, kurang dari 1 persen di New York atau menjadi USD446,45. Hingga 15 Maret 2013, saham Apple turun hingga 37 persen dari level puncaknya pada 19 September lalu. Bandingkan dengan kenaikan sebesar 6,8 persen yang dialami indeks Standard & Poor's 500.
(izz)
Lihat Juga :