Inflasi Inggris Februari 2013 naik 2,8%

Selasa, 19 Maret 2013 - 17:48 WIB
Inflasi Inggris Februari...
Inflasi Inggris Februari 2013 naik 2,8%
A A A
Sindonews.com - Dalam 12 bulan inflasi Inggris naik menjadi 2,8 persen pada Februari 2013, di belakang meningkatnya biaya energi dalam negeri dan harga transportasi.

"Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) tumbuh sebesar 2,8 persen pada Februari 2013, naik dari 2,7 persen pada Januari," ungkap Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) dalam pernyataannya, seperti dilansir Global Post, Selasa (19/3/2013).

Sementara bank pemerintah men-set target sementara berdiri di angka 2,0 persen. "Kontribusi perubahan terbesar di tingkat atas berasal dari peningkatan harga gas, tagihan listrik serta perubahan harga untuk beberapa barang rekreasi, bahan bakar motor dan transportasi udara," beber ONS.

Diberitakan sebelumnya, Bank Sentral Inggris (BoE) memperkirakan target inflasi tidak akan sampai pada awal 2016. Namun, harapan masih terbuka untuk pembelian obligasi lebih guna meningkatkan perekonomian Inggris yang stagnan.

Bank menyebutkan, ekonomi Inggris berada dalam "pemulihan lambat berkelanjutan" selama tiga tahun ke depan, dan output ekonomi tidak mungkin melampaui pra-puncak krisis keuangan sampai 2015.

"Perluasan ini diharapkan menjadi lemah oleh standar historis, mencerminkan prospek yang relatif tenang untuk permintaan global dan kapasitas pasokan dari perekonomian domestik," kata BoE dalam laporan inflasi triwulanan, bulan lalu.

Update perkiraan kuartalan bank sentral menunjukkan inflasi dalam waktu dua tahun sekitar 2,3 persen, naik tajam dari perkiraan 1,8 persen pada November lalu.

Inflasi tidak diproyesikan jatuh di bawah 2 persen dari target bank sentral hingga kuartal pertama 2016 - 18 bulan kemudian daripada diperkirakan pada bulan November.

Inflasi melampaui target bank sentral 2 persen sejak Desember 2009, dan kegagalan terus-menerus kembali ke sasaran menjadi salah satu alasan mengapa bank belum meningkatkan pembelian obligasi melewati 375 miliar pounds yang dicapai pada Oktober lalu.

"Komite setuju memberikan stimulus moneter tambahan jika diperlukan untuk prospek pertumbuhan dan inflasi," tandas BoE
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 27 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved