Target harga MDLN diperkirakan Rp1.040-1.220
Rabu, 20 Maret 2013 - 15:12 WIB
Target harga MDLN diperkirakan Rp1.040-1.220
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menargetkan harga saham PT Modernland Realty Tbk (MDLN) sepanjang tahun ini akan berada di kisaran Rp1.040-1.220. Sementara pada perdagangan siang tadi, saham MDLN berada di level Rp930.
Economic Research Pefindo, Gilang Pramadhan mengatakan, target harga saham MDLN tersebut didukung penjualan lahan, aksi korporasi dan kinerja perseroan sepanjang tahun ini yang diprediksi positif.
"Pada 2013, kami memperkirakan bahwa pendapatan MDLN akan naik secara signifikan sebagai akibat dari penjualan land bank di Medern Gateway atau mencapai Rp2,209 triliun," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Pada tahun lalu, pendapatan MDL meningkat signifikan sebesar 100 persen menjadi Rp1,008 triliun didukung penjualan lahan di Kota Modern dan Kawasan Industri Cikande.
Selain membangun proyek properti, perseroan juga membangun kawasan industri, yang dikenal dengan Kawasan Industri Modern Cikande di Serang, Banten. Sementara, perseroan belum lama ini telah merampungkan pembangunan Hotel Gajah Mada Novotel di Jakarta Pusat.
Novotel Gajah Mada Hotel dan area komersial yang baru dioperasikan, kata Gilang akan memberikan MDLN sumber pendapatan baru. Dengan 235 kamar hotel untuk disewa dan 5.930 leaseable area, dia menghitung, kedua properti tersebut akan memberikan MDLN pendapatan tambahan sebesar Rp45,5 miliar pada tahun ini.
Pada Desember 2012, MDLN dimiliki sekitar 696,3 hektar (ha) land bank. MDLN juga memiliki dan mengoperasikan lapangan golf yang terletak di Kota Modern, Tangerang yang dikenal sebagai Padang Golf Modern.
Sementara MDLN berencana lebih mendalami bisnis kawasan industri, dengan cara memperbesar land bank, khususnya di Kawasan Industri Cikande. Perseroan akan menambah land bank seluas 1.000 ha dan mencatatkan kehadirannya di timur Jakarta dengan mendirikan Bekasi Industrial Estate and Residential.
Menurut Gilang, MDLN memiliki kapasitas untuk ekspansi tersebut. "Karena MDLN telah menandatangani perjanjian dengan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk menjual sekitar 170 ha land bank kepada ASRI dan akan menuai sekitar Rp3,4 triliun dari transaksi tersebut," ujar dia.
Selain itu, dia menambahkan, MDLN juga telah menerbitkan obligasi di akhir tahun 2012 sebesar Rp500 miliar sebagai sumber dana lainnya.
Economic Research Pefindo, Gilang Pramadhan mengatakan, target harga saham MDLN tersebut didukung penjualan lahan, aksi korporasi dan kinerja perseroan sepanjang tahun ini yang diprediksi positif.
"Pada 2013, kami memperkirakan bahwa pendapatan MDLN akan naik secara signifikan sebagai akibat dari penjualan land bank di Medern Gateway atau mencapai Rp2,209 triliun," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Pada tahun lalu, pendapatan MDL meningkat signifikan sebesar 100 persen menjadi Rp1,008 triliun didukung penjualan lahan di Kota Modern dan Kawasan Industri Cikande.
Selain membangun proyek properti, perseroan juga membangun kawasan industri, yang dikenal dengan Kawasan Industri Modern Cikande di Serang, Banten. Sementara, perseroan belum lama ini telah merampungkan pembangunan Hotel Gajah Mada Novotel di Jakarta Pusat.
Novotel Gajah Mada Hotel dan area komersial yang baru dioperasikan, kata Gilang akan memberikan MDLN sumber pendapatan baru. Dengan 235 kamar hotel untuk disewa dan 5.930 leaseable area, dia menghitung, kedua properti tersebut akan memberikan MDLN pendapatan tambahan sebesar Rp45,5 miliar pada tahun ini.
Pada Desember 2012, MDLN dimiliki sekitar 696,3 hektar (ha) land bank. MDLN juga memiliki dan mengoperasikan lapangan golf yang terletak di Kota Modern, Tangerang yang dikenal sebagai Padang Golf Modern.
Sementara MDLN berencana lebih mendalami bisnis kawasan industri, dengan cara memperbesar land bank, khususnya di Kawasan Industri Cikande. Perseroan akan menambah land bank seluas 1.000 ha dan mencatatkan kehadirannya di timur Jakarta dengan mendirikan Bekasi Industrial Estate and Residential.
Menurut Gilang, MDLN memiliki kapasitas untuk ekspansi tersebut. "Karena MDLN telah menandatangani perjanjian dengan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk menjual sekitar 170 ha land bank kepada ASRI dan akan menuai sekitar Rp3,4 triliun dari transaksi tersebut," ujar dia.
Selain itu, dia menambahkan, MDLN juga telah menerbitkan obligasi di akhir tahun 2012 sebesar Rp500 miliar sebagai sumber dana lainnya.
(rna)
Lihat Juga :