Presiden Siprus lakukan pembicaraan darurat
Rabu, 20 Maret 2013 - 16:17 WIB
Presiden Siprus lakukan pembicaraan darurat
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Siprus Nicos Anastasiades tengah bingung mencari solusi setelah parlemen menolak ketentuan bailout Uni Eropa yang bertujuan menyelamatkan Siprus dari kebangkrutan.
Dilansir Global Post, Rabu (20/3/2013), pertemuan darurat dilakukan di istana kepresidenan dihadiri Gubernur Bank Sentral Siprus Demetriades Panicos, anggota Troika dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Berdasarkan kesepakatan bailout yang dicapai pada akhir pekan lalu, troika akan mengucurkan dana talangan bagi Siprus sebesar 10 miliar euro (USD13 miliar) dengan syarat mampu mendapat masukan dari retribusi tabungan bank minimal sebesar 5,8 miliar euro.
Siprus diperintahkan untuk melakukan pungutan hingga 9,9 persen untuk semua deposito bank, sebuah langkah yang belum pernah terjadi hingga memicu kemarahan di kalangan penabung dan menimbulkan kekhawatiran finansial di Uni Eropa, seperti Italia dan Spanyol.
Pemerintah Siprus mengalami kemunduran, Selasa, 19 Maret 2013, menjatuhkan pajak yang diusulkan pada tabungan di bawah 20.000 euro, sambil menjaga 6,75 persen dari simpanan 20,000-100,000 euro dan 9,9 persen bagi mereka di atas 100.000.
Tapi itu juga dikritik sebagai "pemerasan", sebelum parlemen dengan tegas menolak retribusi dalam pemungutan suara yang menjerumuskan zona euro ke dalam ketidakpastian dan meninggalkan Siprus berebut sumber pendanaan.
Dilansir Global Post, Rabu (20/3/2013), pertemuan darurat dilakukan di istana kepresidenan dihadiri Gubernur Bank Sentral Siprus Demetriades Panicos, anggota Troika dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Berdasarkan kesepakatan bailout yang dicapai pada akhir pekan lalu, troika akan mengucurkan dana talangan bagi Siprus sebesar 10 miliar euro (USD13 miliar) dengan syarat mampu mendapat masukan dari retribusi tabungan bank minimal sebesar 5,8 miliar euro.
Siprus diperintahkan untuk melakukan pungutan hingga 9,9 persen untuk semua deposito bank, sebuah langkah yang belum pernah terjadi hingga memicu kemarahan di kalangan penabung dan menimbulkan kekhawatiran finansial di Uni Eropa, seperti Italia dan Spanyol.
Pemerintah Siprus mengalami kemunduran, Selasa, 19 Maret 2013, menjatuhkan pajak yang diusulkan pada tabungan di bawah 20.000 euro, sambil menjaga 6,75 persen dari simpanan 20,000-100,000 euro dan 9,9 persen bagi mereka di atas 100.000.
Tapi itu juga dikritik sebagai "pemerasan", sebelum parlemen dengan tegas menolak retribusi dalam pemungutan suara yang menjerumuskan zona euro ke dalam ketidakpastian dan meninggalkan Siprus berebut sumber pendanaan.
(dmd)
Lihat Juga :