BI: Harga bawang turun, tekanan inflasi melemah
Rabu, 20 Maret 2013 - 19:43 WIB
BI: Harga bawang turun, tekanan inflasi melemah
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Perry Warjiyo menjelaskan, saat ini BI sedang melakukan reassesment tentang harga komoditas yang melambung tinggi.
Menurutnya, kenaikan harga pangan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya inflasi. "Faktor-faktor penyebab inflasi kebanyakan dari meningkatnya harga pangan," kata Perry dalam acara syukuran terpilih dirinya sebagai deputi gubernur BI di Restoran Sereh Manis, Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Dia mengatakan, bahwa pada minggu pertama bulan ini masih ada tekanan inflasi. Tetapi dengan menurunnya harga bawang putih, maka tekanan inflasi pun akan ikut melemah, karena sudah ada pengaturan tata niaga makanan, bahkan dia berani mengatakan bahwa harga bawang putih sudah turun Rp15 ribu per kilogram (kg).
"Harga bawang putih kan sudah turun Rp15 ribu per kg. Ekonomi tumbuh karena ditopang sektor transportasi dan komunikasi. Sementara, sektor pertanian masih rendah, sehingga mebebani neraca pembayaran, kapasitas infrastruktur juga perlu didorong," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bawang putih dianggap sebagai item paling berpengaruh terhadap kenaikan inflasi Februari 2013. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin menerangkan, hal tersebut terutama disebabkan kebijakan pembatasan impor hortikultura, di mana harga bawang putih Februari melonjak sekitar 32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Suryamin, kenaikan harga bawang putih memberikan kontribusi paling besar terhadap tekanan inflasi. "Penyebab utama inflasi, pertama bawang putih mempunyai peran 16 persen. Perubahan harganya Februari terhadap Januari mencapai 32 persen. Keterbatasan pasokan di pasar karena biasanya masih dipenuhi impor," papar Suryamin, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kenaikan harga pangan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya inflasi. "Faktor-faktor penyebab inflasi kebanyakan dari meningkatnya harga pangan," kata Perry dalam acara syukuran terpilih dirinya sebagai deputi gubernur BI di Restoran Sereh Manis, Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Dia mengatakan, bahwa pada minggu pertama bulan ini masih ada tekanan inflasi. Tetapi dengan menurunnya harga bawang putih, maka tekanan inflasi pun akan ikut melemah, karena sudah ada pengaturan tata niaga makanan, bahkan dia berani mengatakan bahwa harga bawang putih sudah turun Rp15 ribu per kilogram (kg).
"Harga bawang putih kan sudah turun Rp15 ribu per kg. Ekonomi tumbuh karena ditopang sektor transportasi dan komunikasi. Sementara, sektor pertanian masih rendah, sehingga mebebani neraca pembayaran, kapasitas infrastruktur juga perlu didorong," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bawang putih dianggap sebagai item paling berpengaruh terhadap kenaikan inflasi Februari 2013. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin menerangkan, hal tersebut terutama disebabkan kebijakan pembatasan impor hortikultura, di mana harga bawang putih Februari melonjak sekitar 32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Suryamin, kenaikan harga bawang putih memberikan kontribusi paling besar terhadap tekanan inflasi. "Penyebab utama inflasi, pertama bawang putih mempunyai peran 16 persen. Perubahan harganya Februari terhadap Januari mencapai 32 persen. Keterbatasan pasokan di pasar karena biasanya masih dipenuhi impor," papar Suryamin, beberapa waktu lalu.
(izz)
Lihat Juga :