Amankan investasi di Siprus, Rusia lirik Latvia
Kamis, 21 Maret 2013 - 12:52 WIB
Amankan investasi di Siprus, Rusia lirik Latvia
A
A
A
Sindonews.com - Latvia yang tengah berlomba menjadi anggota zona euro selanjutnya, menjadi negara paling menarik bagi Rusia untuk mengarahkan investasi dari krisis yang melanda Siprus. Hal tersebut dikemukakan Joakim Helenius, ketua eksekutif pan-Baltik investasi bank Trigon Capital.
"Latvia berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada makro ekonomi Siprus, dan ini tidak akan hilang dari upaya Rusia mencari tempat yang aman untuk menyimpan modal," kata Helenius.
"Setelah bergabung dengan euro, Latvia akan menjadi bagian dari 'blok keras' anggota euro daripada kasus Mediterania," tambah pemimpin perusahaan yang memiliki aset sekitar USD1 miliar di Tallinn, Estonia, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (21/3/2013).
Menurut lembaga survei, Moody's, perusahaan-perusahaan Rusia dan individu memiliki kekayaan sekitar USD31 miliar yang disimpan di Siprus. Sementara deposito non-penduduk Latvia, terutama dari tetangga Rusia, berada sekitar USD10 miliar, atau setengah dari total aset negara tersebut.
Bekas pecahan Uni Soviet itu mendapat bailout sebesar 7,5 miliar euro (USD10,2 miliar) dari Dana Moneter Internasional (IMF) tahun lalu, untuk membantu ekspansi ekonomi cepat di 27 negara anggota Uni Eropa.
Perdana Menteri Valdis Dombrovskis mengatakan, Latvia telah memenuhi semua kondisi untuk 1 Januari 2014, yang akan membuat negaranya menjadi anggota ke-18 zone euro setelah Estonia bergabung pada 2011.
"Latvia berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada makro ekonomi Siprus, dan ini tidak akan hilang dari upaya Rusia mencari tempat yang aman untuk menyimpan modal," kata Helenius.
"Setelah bergabung dengan euro, Latvia akan menjadi bagian dari 'blok keras' anggota euro daripada kasus Mediterania," tambah pemimpin perusahaan yang memiliki aset sekitar USD1 miliar di Tallinn, Estonia, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (21/3/2013).
Menurut lembaga survei, Moody's, perusahaan-perusahaan Rusia dan individu memiliki kekayaan sekitar USD31 miliar yang disimpan di Siprus. Sementara deposito non-penduduk Latvia, terutama dari tetangga Rusia, berada sekitar USD10 miliar, atau setengah dari total aset negara tersebut.
Bekas pecahan Uni Soviet itu mendapat bailout sebesar 7,5 miliar euro (USD10,2 miliar) dari Dana Moneter Internasional (IMF) tahun lalu, untuk membantu ekspansi ekonomi cepat di 27 negara anggota Uni Eropa.
Perdana Menteri Valdis Dombrovskis mengatakan, Latvia telah memenuhi semua kondisi untuk 1 Januari 2014, yang akan membuat negaranya menjadi anggota ke-18 zone euro setelah Estonia bergabung pada 2011.
(dmd)
Lihat Juga :