IHSG diperkirakan masih akan menguat bertahap
Selasa, 26 Maret 2013 - 08:22 WIB
IHSG diperkirakan masih akan menguat bertahap
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memproyeksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.743-4.761 dan resistance 4.796-4.810.
Berpola menyerupai bullish harami di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung mencoba bertahan untuk tidak melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan stochastic mencoba untuk kembali upreversal.
"Meski IHSG belum mencapai target resistance (4.814-4.827) kami, namun dengan laju yang cukup positif setidaknya tidak membuka peluang untuk melemah terlalu dalam. Apalagi jika masalah Eropa bisa cepat terselesaikan secara bertahap yang diikuti dengan sentimen positif di pasar saham Asia maka akan dapat memberikan tambahan tenaga bagi IHSG," kata Reza, Selasa (26/3/2013).
Pada perdagangan sebelumnya, beredarnya spekulasi bahwa akan tercapainya kesepakatan antara Troika dengan Siprus menghijaukan bursa saham Asia yang berimbas positif bagi IHSG. Di sisi lain, setelah tertutupnya gap (4.721-4.735), IHSG mencoba kembali menguat secara bertahap.
Meski asing masih melepas saham secara perlahan, namun dapat diimbangi dengan aksi beli oleh pelaku pasar domestik terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sehari sebelumnya. Apalagi nilai transaksi di BEI terbantukan dengan adanya crossing saham LPPF di harga Rp10.850 senilai Rp14,66 triliun yang dilakukan terbanyak oleh broker AK dan YU. Di sisi lain, hijaunya IHSG sukseskan listing perdana DYAN.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.786,41 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.752,14 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.777,90. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
Pergerakan nilai tukar rupiah naik tipis seiring adanya kabar akan tercapainya kesepakatakn antara pemerintahan Siprus dengan Troika terkait syarat-syarat untuk memperoleh bailout. Adanya kabar tersebut membuat nilai euro menguat terhadap USD.
Pelaku pasar memandang positif terhindarnya Siprus dari potensi gagal bayar utang dan keluarnya Siprus dari zona Eropa. Pemerintah Siprus menyepakati pengenaan pajak 25 persen untuk deposito di atas 100 ribu euro untuk memenuhi tambahan bailout senilai 5,8 miliar euro yang jadi syarat cairnya bailout 10 miliar euro dan deposito di bawah 100 ribu euro tidak dikenakan pajak tapi tetap dijamin oleh Bank Sentral Siprus.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pernyataan Gubernur The Fed AS, Ben Bernanke, dan Gubernur Bank of England, Mervyn King, yang akan berbicara di London School of Economics. Bursa saham Asia berbalik positif setelah mendapat kabar dari akan tercapainya kesepakatan bailout Siprus tersebut.
"Meski China Petroleum and Chemical Corp dan China Construction Bank Corp. mencatatkan kenaikan profit diatas estimasi dan membuat HSI naik, namun indeks saham China negatif setelah mayoritas saham telekomunikasi mencatatkan penurunan," tutur dia.
Berpola menyerupai bullish harami di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung mencoba bertahan untuk tidak melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan stochastic mencoba untuk kembali upreversal.
"Meski IHSG belum mencapai target resistance (4.814-4.827) kami, namun dengan laju yang cukup positif setidaknya tidak membuka peluang untuk melemah terlalu dalam. Apalagi jika masalah Eropa bisa cepat terselesaikan secara bertahap yang diikuti dengan sentimen positif di pasar saham Asia maka akan dapat memberikan tambahan tenaga bagi IHSG," kata Reza, Selasa (26/3/2013).
Pada perdagangan sebelumnya, beredarnya spekulasi bahwa akan tercapainya kesepakatan antara Troika dengan Siprus menghijaukan bursa saham Asia yang berimbas positif bagi IHSG. Di sisi lain, setelah tertutupnya gap (4.721-4.735), IHSG mencoba kembali menguat secara bertahap.
Meski asing masih melepas saham secara perlahan, namun dapat diimbangi dengan aksi beli oleh pelaku pasar domestik terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sehari sebelumnya. Apalagi nilai transaksi di BEI terbantukan dengan adanya crossing saham LPPF di harga Rp10.850 senilai Rp14,66 triliun yang dilakukan terbanyak oleh broker AK dan YU. Di sisi lain, hijaunya IHSG sukseskan listing perdana DYAN.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.786,41 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.752,14 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.777,90. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
Pergerakan nilai tukar rupiah naik tipis seiring adanya kabar akan tercapainya kesepakatakn antara pemerintahan Siprus dengan Troika terkait syarat-syarat untuk memperoleh bailout. Adanya kabar tersebut membuat nilai euro menguat terhadap USD.
Pelaku pasar memandang positif terhindarnya Siprus dari potensi gagal bayar utang dan keluarnya Siprus dari zona Eropa. Pemerintah Siprus menyepakati pengenaan pajak 25 persen untuk deposito di atas 100 ribu euro untuk memenuhi tambahan bailout senilai 5,8 miliar euro yang jadi syarat cairnya bailout 10 miliar euro dan deposito di bawah 100 ribu euro tidak dikenakan pajak tapi tetap dijamin oleh Bank Sentral Siprus.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pernyataan Gubernur The Fed AS, Ben Bernanke, dan Gubernur Bank of England, Mervyn King, yang akan berbicara di London School of Economics. Bursa saham Asia berbalik positif setelah mendapat kabar dari akan tercapainya kesepakatan bailout Siprus tersebut.
"Meski China Petroleum and Chemical Corp dan China Construction Bank Corp. mencatatkan kenaikan profit diatas estimasi dan membuat HSI naik, namun indeks saham China negatif setelah mayoritas saham telekomunikasi mencatatkan penurunan," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :