Ini tanggapan KAI soal larangan impor kereta bekas

Selasa, 26 Maret 2013 - 17:43 WIB
Ini tanggapan KAI soal...
Ini tanggapan KAI soal larangan impor kereta bekas
A A A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengakui siap mendukung rencana Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan yang akan menghapuskan impor kereta bekas dari Jepang. Namun, dengan catatan bahwa PT Industri Kereta Api (INKA) sanggup memenuhi kuota gerbong yang dibutuhkan PT KAI.

"Kalau bisa ya (PT Inka memproduksi gerbong sesuai kebutuhan PT KAI), itu alau bisa tentu kita setuju," ujar Kepala Humas PT KAI, Mateta Rizalulhaq saat dihubungi Sindonews, Selasa (26/3/2013).

Dia berharap agar larangan impor kereta bekas tersebut dapat diimbangi dengan kapasitas produksi PT INKA, sehingga kebutuhan gerbong yang tengah diusahakan perseroan tetap terpenuhi.

"Larangannya seperti apa dulu, saya kira tidak bisa begitu saja larangan juga karena ini sudah kontrak ya," tandasnya.

Sementara, alasan selama ini pihaknya lebih memilih opsi impor ketimbang memesan langsung dari PT INKA karena kapasitas produksi PT INKA belum bisa memenuhi kebutuhan kereta yang diperlukan perseroan. Selain itu, biaya per unit diperkirakan lebih tinggi dibanding melakukan impor kereta dari negeri Sakura tersebut.

"Jadi begini, kita kan butuh cepat. Untuk tahun ini saja, yang kita butuhkan segera akan mengimpor 180 unit. Jadi, kita butuh cepat, mendesak," tegas dia.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, larangan terhadap PT KAI untuk melakukan impor kereta bekas dari Jepang pada 2016 mendatang. Dahlan menegaskan, PT KAI harus menggunakan gerbong produksi perusahaan pelat merah, PT INKA. Dahlan bahkan siap memecat jajaran direksi PT INKA, bila produksi gerbong kereta miliknya tidak sanggup memenuhi kebutuhan PT KAI.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Bertaji,...
IHSG Diprediksi Bertaji, Pantau 6 Saham Ini
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
19 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
32 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
54 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Resmi Bergabung dengan...
Resmi Bergabung dengan Arsenal, Ini Ambisi Kai Havertz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved