Pelaku SPBU Pantura tolak dua harga premium

Senin, 29 April 2013 - 09:33 WIB
Pelaku SPBU Pantura...
Pelaku SPBU Pantura tolak dua harga premium
A A A
Sindonews.com - Pengusaha SPBU di wilayah pantura menolak adanya rencana pemerintah dalam menerapkan dua harga pada bahan bakar minyak (BBM) bensin premium. Sebab, SPBU akan sulit mempraktikkannya di lapangan serta akan menambah biaya belanjanya.

Supervisor SPBU Lemah Duwur Singkil, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Lilik Kholilah mengatakan, rencana pemerintah menerapkan dua harga premium akan membuat pelaku pengusaha SPBU di daerah menemui kesulitan. Di antara kesulitan yang nanti akan ditemukan yakni pemilahan pembeli premium.

"Bisa jadi pembeli enggan membeli BBM yang harganya lebih tinggi. Mereka bisa bersikeras membeli premium dengan harga semula Rp4.500 per liter," kata Lilik di Kabupaten Tegal, Senin (29/4/2013).

Bahkan, operator SPBU selaku pihak yang langsung bersinggungan dengan pembeli di lapangan juga akan menemui kesulitan pelayanan seperti pembeli mana yang harus dilayani dengan harga Rp4.500 per liter atau pembeli mana yang harus dilayani dengan harga Rp6.500 per liter.

Situasi tersebut juga akan membuat operator terpojok bila mana pembeli yang memaksa membeli premium dengan harga semula, jumlahnya lebih banyak. "Bisa jadi, kalau pembeli banyak, kami terpojok," ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah tidak memberlakukan dua harga premium. "Tapi kalau nantinya tetap berubah, maka kami hanya menuruti. Meski itu akan membuat biaya pembelian kami ke Pertamina meningkat," sambung Lilik.

Setiap harinya, SPBU Lemah Duwur mendapat pasokan BBM 24 kiloliter (kl). Jumlah itu merupakan jumlah gabungan antara solar dan premium. Jumlah itu juga merupakan jumlah total per hari BBM yang dipasarkan SPBU itu.

Tak jauh beda juga disampaikan oleh perwakilan pengurus SPBU Bojong Bata CV Putra Rohmah, Desa Sirandu, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Abdiyono. Menurut dia, pihaknya bersama pelaku SPBU lain sepakat menolak adanya dua harga premium. "Kami belum siap dengan kebijakan itu. Kami juga menolak adanya dua harga premium," ujar Abdiyono dihubungi terpisah.

Sebab, pemberlakuan dua harga akan membingungkan pelaku pengusaha SPBU dalam melayani pembelian premium di masyarakat. Terlebih juga akan membuat SPBU merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM di Pertamina. Saat ini, kata dia, SPBU Bojong Bata membeli BBM dari Pertamina jenis solar 8 ton-13 ton per hari, da premium 28-32 ton per hari. "Kalau ada dua harga premium, bisa jadi permintaan kami ke pertamina akan menurun dari jumlah permintaan semula," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan segera menerapkan kebijakan penetapan dua harga BBM yaitu menaikkan harga premium dan solar mobil pribadi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter. Sedangkan pengguna sepeda motor dan mobil pelat kuning tetap bisa membeli dengan harga lama yakni Rp4.500 per liter.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Bintang Tenis Bertarung...
Para Bintang Tenis Bertarung di ATP Miami Open! Streaming di VISION+
Kondisi Tidak Fit, Viktor...
Kondisi Tidak Fit, Viktor Axelsen Absen di Indonesia Masters 2023
Adu Gaya di Miami! Streaming...
Adu Gaya di Miami! Streaming Miami Grand Prix 2025 di VISION+
Tuntun Kesetaraan Ras,...
Tuntun Kesetaraan Ras, Pemain NBA Tolak Namanya Dipasang di Jersey
Gerardo Martino Resmi...
Gerardo Martino Resmi Latih Inter Miami, Reuni dengan Lionel Messi
Luis Suarez Pensiun...
Luis Suarez Pensiun usai Berseragam Inter Miami
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
1 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
2 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
5 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
5 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
5 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
5 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved