Kuartal 1/2013, BCA sukses raup laba bersih Rp2,9 T
Senin, 29 April 2013 - 17:23 WIB
Kuartal 1/2013, BCA sukses raup laba bersih Rp2,9 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau disebut Bank BCA telah meraih laba bersih sebesar Rp2,9 triliun pada kuartal pertama 2013 atau meningkat 25,5 persen year on year (yoy) sebesar Rp2,3 triliun pada periode yang sama 2012.
Pendapatan operasional BCA juga meningkat tajam hingga 23 persen menjadi Rp7,7 triliun pada kuartal pertama 2013 dari Rp6,2 triliun yoy. Semakin meningkatnya kontribusi prtofolio kredit terhadap aset produktif dan rendahnya tingkat biaya bunga mendorong peningkatan marjin bunga bersih (NIM) sebesar 66 bps year on year menjadi 5,9 persen.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, pihaknya berhasil membukukan kinerja bisnis yang memuaskan didukung oleh pertumbuhan solid dalam aktivitas penyaluran kredit dengan kualitas aset yang terjaga.
"Pada triwulan pertama 2013, permintaan kredit di seluruh segmen masih tetap tinggi. Di mana kami mampu memberikan solusi finansial sesuai kebutuhan nasabah kami dan menjalankan peran penting dalam fungsi intermediasi keuangan," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Total portofolio kredit tercatat Rp265 triliun pada akhir Maret 2013 atau meningkat 26,7 persen dibandingkan Rp209,2 triliun yoy. Kredit komersial dan UKM tumbuh 30,2 persen yoy menjadi Rp105,7 triliun pada Maret 2013.
Kredit konsumer yang ditunjang KPR dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) meningkat 34,4 persen yoy menjadi Rp71,7 triliun pada Maret 2013. KPR meningkat 43,1 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun sedangkan KKB meningkat 21,4 persen yoy menjadi 21,7 triliun pada Maret 2013 dari Rp17,9 triliundi tahun sebelumnya.
Sementara, kredit korporasi tumbuh 17,2 persen yoy menjadi Rp87,6 triliun di akhir Maret 2013 didukung permintaan pada segmen Transportasi dan logistik, pembangkit listrik, serta distributor, retailer dan toserba.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga juga berada pada level 71,1 persen pada Maret 2013 atau meningkat 61,6 persen yoy. Pertumbuhan dana rekening transaksi CASA mencapai Rp298,5 triliun, meningkat 15,9 persen dari Maret 2012 yang mendukung pertumbuhan DPK sebesar 9,8 persen menjadi Rp367,9 triliun pada Maret 2013.
Dia menuturkan, dana giro dan tabungan tumbuh jadi Rp92,2 triliun (15,1 persen yoy) dan Rp206,3 triliun (16,3 persen yoy). Dana deposito turun menjadi Rp 69,4 triliun atau turun 10,7 persen yoy. Sedangkan NPL tetap terjaga pada tingkat 0,4 persen.
Kedepan, lanjut Jahja, BCA akan tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi keuangan melalui aktivitas penyaluran kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.
"Untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, BCA melalui anak-anak uasahanya berupaya menyediakan solusi menyeluruh seperti pembiayaan kendaraan bermotor, asuransi, perbankan Syariah dan kebutuhan produks pasar modal," pungkas Jahja.
Pendapatan operasional BCA juga meningkat tajam hingga 23 persen menjadi Rp7,7 triliun pada kuartal pertama 2013 dari Rp6,2 triliun yoy. Semakin meningkatnya kontribusi prtofolio kredit terhadap aset produktif dan rendahnya tingkat biaya bunga mendorong peningkatan marjin bunga bersih (NIM) sebesar 66 bps year on year menjadi 5,9 persen.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, pihaknya berhasil membukukan kinerja bisnis yang memuaskan didukung oleh pertumbuhan solid dalam aktivitas penyaluran kredit dengan kualitas aset yang terjaga.
"Pada triwulan pertama 2013, permintaan kredit di seluruh segmen masih tetap tinggi. Di mana kami mampu memberikan solusi finansial sesuai kebutuhan nasabah kami dan menjalankan peran penting dalam fungsi intermediasi keuangan," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Total portofolio kredit tercatat Rp265 triliun pada akhir Maret 2013 atau meningkat 26,7 persen dibandingkan Rp209,2 triliun yoy. Kredit komersial dan UKM tumbuh 30,2 persen yoy menjadi Rp105,7 triliun pada Maret 2013.
Kredit konsumer yang ditunjang KPR dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) meningkat 34,4 persen yoy menjadi Rp71,7 triliun pada Maret 2013. KPR meningkat 43,1 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun sedangkan KKB meningkat 21,4 persen yoy menjadi 21,7 triliun pada Maret 2013 dari Rp17,9 triliundi tahun sebelumnya.
Sementara, kredit korporasi tumbuh 17,2 persen yoy menjadi Rp87,6 triliun di akhir Maret 2013 didukung permintaan pada segmen Transportasi dan logistik, pembangkit listrik, serta distributor, retailer dan toserba.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga juga berada pada level 71,1 persen pada Maret 2013 atau meningkat 61,6 persen yoy. Pertumbuhan dana rekening transaksi CASA mencapai Rp298,5 triliun, meningkat 15,9 persen dari Maret 2012 yang mendukung pertumbuhan DPK sebesar 9,8 persen menjadi Rp367,9 triliun pada Maret 2013.
Dia menuturkan, dana giro dan tabungan tumbuh jadi Rp92,2 triliun (15,1 persen yoy) dan Rp206,3 triliun (16,3 persen yoy). Dana deposito turun menjadi Rp 69,4 triliun atau turun 10,7 persen yoy. Sedangkan NPL tetap terjaga pada tingkat 0,4 persen.
Kedepan, lanjut Jahja, BCA akan tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi keuangan melalui aktivitas penyaluran kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.
"Untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, BCA melalui anak-anak uasahanya berupaya menyediakan solusi menyeluruh seperti pembiayaan kendaraan bermotor, asuransi, perbankan Syariah dan kebutuhan produks pasar modal," pungkas Jahja.
(izz)
Lihat Juga :