Minyak di dunia mixed khawatir permintaan AS
Senin, 29 April 2013 - 19:58 WIB
Minyak di dunia mixed khawatir permintaan AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini bervariasi (mixed). Menurut para analis, kondisi ini dipengaruhi aksi ambil untung yang dilakukan para pedagang dan kekhawatiran atas permintaan energi AS.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun enam sen menjadi USD103,10 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, menambahkan 35 sen menjadi USD93,35 per barel.
"Menyusul kenaikan pekan lalu, pelaku pasar secara jelas memilih untuk mengambil keuntungan saat mereka bisa," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilansir dari Global Post, Senin (29/4/2013).
Pasar minyak telah rebound pekan lalu, didorong sentimen positif atas ketegangan geopolitik di Suriah, harapan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa, dan tanda-tanda penguatan permintaan energi AS.
Namun, sentimen terpukul oleh data pertumbuhan ekonomi AS yang melemah, Jumat (26/4/2013) lalu, di luar perkiraan.
"Melemahnya data PDB (AS) menimbulkan pertanyaan kondisi bisnis di pasar, menandakan bahwa persediaan akan naik karena permintaan melembut," kata Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura.
Departemen Perdagangan AS mengatakan ekonomi tumbuh 2,5 persen pada kuartal pertama 2013, di bawah perkiraan rata-rata para analis 2,8 persen, dengan pemotongan pengeluaran pemerintah mengimbangi konsumsi swasta dan keuntungan investasi.
Pemotongan belanja across-the-board sebesar USD85 miliar lebih dari tujuh bulan yang resmi berlaku pada 1 Maret lalu, memiliki tujuan cepat pengupas defisit negara.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun enam sen menjadi USD103,10 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, menambahkan 35 sen menjadi USD93,35 per barel.
"Menyusul kenaikan pekan lalu, pelaku pasar secara jelas memilih untuk mengambil keuntungan saat mereka bisa," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilansir dari Global Post, Senin (29/4/2013).
Pasar minyak telah rebound pekan lalu, didorong sentimen positif atas ketegangan geopolitik di Suriah, harapan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa, dan tanda-tanda penguatan permintaan energi AS.
Namun, sentimen terpukul oleh data pertumbuhan ekonomi AS yang melemah, Jumat (26/4/2013) lalu, di luar perkiraan.
"Melemahnya data PDB (AS) menimbulkan pertanyaan kondisi bisnis di pasar, menandakan bahwa persediaan akan naik karena permintaan melembut," kata Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura.
Departemen Perdagangan AS mengatakan ekonomi tumbuh 2,5 persen pada kuartal pertama 2013, di bawah perkiraan rata-rata para analis 2,8 persen, dengan pemotongan pengeluaran pemerintah mengimbangi konsumsi swasta dan keuntungan investasi.
Pemotongan belanja across-the-board sebesar USD85 miliar lebih dari tujuh bulan yang resmi berlaku pada 1 Maret lalu, memiliki tujuan cepat pengupas defisit negara.
(dmd)
Lihat Juga :