Kelola lingkungan baik, Menteri LH apresiasi NCI
Senin, 29 April 2013 - 20:24 WIB
Kelola lingkungan baik, Menteri LH apresiasi NCI
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah proses penghentian sejumlah tambang batu bara oleh Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) akibat pengelolaan lingkungan hidup yang buruk, PT Nusacipta Coal Investmen (NCI) justru sebaliknya.
Perusahaan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya atas pengelolaan lingkungan yang baik.
Dalam kunjungan kerjanya, Balthasar mendatangi lokasi tambang PT Nuansacipta Coal Investmen di Kecamatan Palaran, Samarinda. Dia kemudian memantau langsung aktivitas tambang dan proses rehabilitasi.
"Tugas kita itu memastikan bisnis pertambangan tetap jalan, tapi lingkungan tetap dijaga. Perusahaan ini secara bertahap terus memperbaiki lingkungannya," kata Balthasar, Senin (29/4/2013).
Proses reklamasi paska tambang yang dilakukan PT Nuansacipta Coal Investmen, menurutnya berjalan dengan sangat baik. Dia melihat langsung tahapan penanaman pohon di areal bekas galian tambang. 10 hingga 20 tahun ke depan, kawasan yang direklamasi bisa kembali menjadi hutan.
"Kita minta di perusahaan tambang yang lain yang melaksanakan bisnis pertambangan bahwa harus juga memastikan pengelolaan lingkungan yang baik," ujarnya.
Direktur Utama PT Nuansacipta Coal Investmen, Budiono mengatakan, luas areal tambang miliknya mencapai 2003 hektare (ha). Dari total luasan tersebut, areal yang sudah ditambang mencapai 166 ha dan 66 ha sudah direklamasi. "Artinya 40 persen sudah kita reklamasi. Ini melebihi standar yang diharuskan yakni 30 persen," kata Budiono.
Tanaman yang dimanfaatkan untuk reklamasi adalah sengon dan trembesi. Tanaman ini akan menjadi pionir untuk menanam tanaman khas Kalimantan. "Pohon Bangkirai tidak bisa ditanam sendiri, harus ada tanaman lain dulu," jelasnya.
PT Nuansacipta Coal Investmen menargetkan sertifikat hijau untuk tahun ini dalam pengelolaan lingkungannya. Tahun lalu, perusahaan ini mendapat sertifikat biru.
Perusahaan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya atas pengelolaan lingkungan yang baik.
Dalam kunjungan kerjanya, Balthasar mendatangi lokasi tambang PT Nuansacipta Coal Investmen di Kecamatan Palaran, Samarinda. Dia kemudian memantau langsung aktivitas tambang dan proses rehabilitasi.
"Tugas kita itu memastikan bisnis pertambangan tetap jalan, tapi lingkungan tetap dijaga. Perusahaan ini secara bertahap terus memperbaiki lingkungannya," kata Balthasar, Senin (29/4/2013).
Proses reklamasi paska tambang yang dilakukan PT Nuansacipta Coal Investmen, menurutnya berjalan dengan sangat baik. Dia melihat langsung tahapan penanaman pohon di areal bekas galian tambang. 10 hingga 20 tahun ke depan, kawasan yang direklamasi bisa kembali menjadi hutan.
"Kita minta di perusahaan tambang yang lain yang melaksanakan bisnis pertambangan bahwa harus juga memastikan pengelolaan lingkungan yang baik," ujarnya.
Direktur Utama PT Nuansacipta Coal Investmen, Budiono mengatakan, luas areal tambang miliknya mencapai 2003 hektare (ha). Dari total luasan tersebut, areal yang sudah ditambang mencapai 166 ha dan 66 ha sudah direklamasi. "Artinya 40 persen sudah kita reklamasi. Ini melebihi standar yang diharuskan yakni 30 persen," kata Budiono.
Tanaman yang dimanfaatkan untuk reklamasi adalah sengon dan trembesi. Tanaman ini akan menjadi pionir untuk menanam tanaman khas Kalimantan. "Pohon Bangkirai tidak bisa ditanam sendiri, harus ada tanaman lain dulu," jelasnya.
PT Nuansacipta Coal Investmen menargetkan sertifikat hijau untuk tahun ini dalam pengelolaan lingkungannya. Tahun lalu, perusahaan ini mendapat sertifikat biru.
(izz)
Lihat Juga :