Muhaimin desak Pemda beri perhatian pada sistem K3

Minggu, 26 Mei 2013 - 17:07 WIB
Muhaimin desak Pemda...
Muhaimin desak Pemda beri perhatian pada sistem K3
A A A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar meminta para pimpinan pemerintah daerah (Pemda) agar benar-benar memberikan perhatian khusus terhadap pelaksaaan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurutnya, selama ini perhatian dan kepedulian Pemda tehadap pelaksanaan sistem K3 di wilayahnya masing-masing dinilai masih rendah.

Berdasarkan pengukuran Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Indonesia 2012, indikator kondisi lingkungan kerja hanya mencapai angka 3,71 (rendah) atau menurun dibanding 2011 5,02 (menengah ke bawah).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemenakertrans, salah satu penyebab rendahnya indek IPK indikator kondisi lingkungan kerja adalah kurangnya perhatian pemda terhadap indikator kepatuhan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di perusahaan, penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan jumlah kecelakaan kerja.

"Kita tidak ingin kasus semacam Freeport dan kasus pabrik kuali Tangerang terus terulang. Karena itu kita minta perhatian dan peranan Pemda terhadap pembangunan ketenagakerjaan di wilayahnya harus ditingkatkan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5/2013).

Dia mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja, diperlukan upaya-upaya maksimal untuk meminimalisasi risiko dan mencegah penyebab-penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja

Program sosialisasi K3 terus kita gencarkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman K3 dengan sasaran pimpinan Pemda, pengusaha dan para pekerja.

"Semua pihak harus menyamakan persepsi untuk mencegah kecelakaan kerja baik di lingkungan tempat kerja, di jalan maupun di luar tempat kerja lainnya," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden Korsel Veto...
Presiden Korsel Veto UU Kenaikan Gaji, Ribuan Perawat Mogok Kerja
Rencana Kenaikan Gaji...
Rencana Kenaikan Gaji Tenaga Kontrak Dinilai Bebani APBD
Tahun Ini Tenaga Ahli...
Tahun Ini Tenaga Ahli di Bidang Teknologi, Digital, dan Ecommerce Banyak Dicari Perusahaan
Gaji Tak Juga Dibayar...
Gaji Tak Juga Dibayar Perusahaan, Pekerja Pembersih Lahan Geruduk Disnaker Riau
Setahun Tak Digaji,...
Setahun Tak Digaji, Tenaga Medis se-Kabupaten Kaimana Mogok
Jerman Dilanda Mogok...
Jerman Dilanda Mogok Kerja Terbesar dalam 31 Tahun, Transportasi Lumpuh
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
24 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
43 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved