AP I bidik pendapatan non aeronautika dari Juanda dan Sepinggan
Senin, 27 Mei 2013 - 16:38 WIB
AP I bidik pendapatan non aeronautika dari Juanda dan Sepinggan
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Angkasa Pura I (Persero) (AP I) Tommy Soetomo mengatakan, Bandara Juanda (Surabaya) dan Sepinggan (Balikpapan) akan ditawarkan untuk komersialisme non aeronautika.
"Proses tender untuk bandara-bandara tersebut akan menggunakan konsep yang telah diadakan di Bandara Ngurah Rai (Bali), dan telah sukses dilakukan sesuai dengan best practice tender internasional yang berlaku," ujarnya di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (27/5/2013).
Dia juga menyebut potensi pendapatan non aeronautika ditargetkan mencapai 60 persen di 2020. "Selain itu peningkatan pelayanan pelanggan juga merupakan prioritas utama Angkasa Pura Airports. Jadi bukan saja layanan mendasar tetapi juga menciptakan pengalaman yang unik dan menyenangkan dalam terminal. Khususnya di area komersil di mana pengunjung banyak menghabiskan waktu mereka," pungkasnya.
Langkah ini dilakukan karena AP I menderita kerugian yang besar sepanjang tahun lalu lantaran 6 bandara yang dikelolanya mengalami penurunan pendapatan.
Enam bandara yang mengalami kerugian tersebut di antaranya Bandara Selaparang di Mataram (Rp49 miliar), Bandara El Tari di Kupang (Rp7 miliar), Bandara Frans Kaisiepo di Biak (Rp23 miliar), Bandara Adi Sumarmo di Surakarta (Rp22 miliar), Bandara Pattimura di Ambon (Rp22 miliar), dan Bandara Sam Ratulangi di Manado (Rp3,8 miliar).
Tidak ingin merugi lagi, Angkasa Pura I berencana menggenjot pendapatan dengan mengembangkan bisnis non aeronautika.
"Proses tender untuk bandara-bandara tersebut akan menggunakan konsep yang telah diadakan di Bandara Ngurah Rai (Bali), dan telah sukses dilakukan sesuai dengan best practice tender internasional yang berlaku," ujarnya di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (27/5/2013).
Dia juga menyebut potensi pendapatan non aeronautika ditargetkan mencapai 60 persen di 2020. "Selain itu peningkatan pelayanan pelanggan juga merupakan prioritas utama Angkasa Pura Airports. Jadi bukan saja layanan mendasar tetapi juga menciptakan pengalaman yang unik dan menyenangkan dalam terminal. Khususnya di area komersil di mana pengunjung banyak menghabiskan waktu mereka," pungkasnya.
Langkah ini dilakukan karena AP I menderita kerugian yang besar sepanjang tahun lalu lantaran 6 bandara yang dikelolanya mengalami penurunan pendapatan.
Enam bandara yang mengalami kerugian tersebut di antaranya Bandara Selaparang di Mataram (Rp49 miliar), Bandara El Tari di Kupang (Rp7 miliar), Bandara Frans Kaisiepo di Biak (Rp23 miliar), Bandara Adi Sumarmo di Surakarta (Rp22 miliar), Bandara Pattimura di Ambon (Rp22 miliar), dan Bandara Sam Ratulangi di Manado (Rp3,8 miliar).
Tidak ingin merugi lagi, Angkasa Pura I berencana menggenjot pendapatan dengan mengembangkan bisnis non aeronautika.
(gpr)
Lihat Juga :