APBD Rp1,6 triliun, pembangunan Depok diklaim berhasil

Senin, 01 April 2013 - 19:14 WIB
APBD Rp1,6 triliun,...
APBD Rp1,6 triliun, pembangunan Depok diklaim berhasil
A A A
Sindonews.com - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di hadapan sidang paripurna DPRD Depok. Dia memamparkan berbagai hasil pembangunan yang telah dicapai selama 2012.

Berdasarkan pasal 27 Undang-Undang No 32/2004, tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah wajib menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD atas penyelenggaraan APBD, tugas pembantuan dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

LKPJ yang disampaikan menjelaskan arah kebijakan umum pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan daerah, penyelenggaraan urusan, yang meliputi urusan wajib, dan urusan pilihan, serta realisasi indikator kinerja sasaran dari misi kota yang terdiri dari 29 indikator kinerja, indikator lainnya yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD) 2006-2025.

Dalam 7 tahun terakhir, kata dia, Depok berkembang dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4,18 persen. "Laju pertumbuhan ekonomi Kota Depok tahun terakhir (2011) yang dipublikasikan BPS pada tahun 2012 adalah sebesar 6,58 persen. Seiring dengan kemajuan pesat dan pertumbuhan penduduk, Kota Depok dihadapkan pada berbagai tantangan yang harus dicarikan solusinya," tuturnya di DPRD Depok, Senin (1/4/2013).

Realisasi pendapatan daerah yakni Rp1,634 triliun. Pendapatan asli daerah berhasil melampaui target yaitu sebesar Rp474,7 miliar. "Sementara realisasi penerimaan dana berimbang yakni Rp815,9 miliar. Sumber pendapatan daerah yang berasal dari lain-lain pendapatan daerah yang sah hampir mencapai target (95,76 persen) sebesar Rp344,26 miliar," ungkap Nur Mahmudi.

Sementara, belanja daerah realisasinya mencapai Rp1,3 triliun. Realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp664,651 miliar. "Realisasi belanja langsung mencapai Rp706,7 miliar. Realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp309 miliar, dan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp7,8 miliar. Dan ini semua sudah tercapai dengan baik," tegasnya.

Namun, dia mengakui masih banyak kekurangan dan masih kurang terserapnya beberapa belanja urusan tersebut. Pada umumnya terkait faktor-faktor yang tidak dapat diantisipasi sebelumnya, seperti adanya kebijakan dan kurang dukungan dari pedoman pelaksanaan dari pemerintah pusat atau pemprov sehingga kegiatan tertunda atau tidak bisa dilaksanakan khususnya terkait pembebasan lahan.

"Tidak tercapainya target pada beberapa program dan kegiatan terkait dengan faktor eksternal dan regulasi, serta faktor internal akan terus kami perbaiki. Salah satunya tadi Angka Kematian Ibu, Pelaksanaan E-KTP, Penanganan TBC, dan pengangguran masih 10 persen," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Serapan APBD...
Realisasi Serapan APBD Asahan Baru Capai 36,8 Persen
APBD Kabupaten Bekasi...
APBD Kabupaten Bekasi 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi
Sekjen Kemendagri Dorong...
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Realisasi APBD
Tak Ditampung di APBD...
Tak Ditampung di APBD TA 2022, Janji Dana Korporasi Rp350 Miliar Bupati Simalungun Kandas
Realisasi Target Pendapatan...
Realisasi Target Pendapatan APBD Kendal 2019 Capai 95%
Rapat Koordinasi, Mendagri...
Rapat Koordinasi, Mendagri Tekankan Realisasi APBD
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
8 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
8 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
10 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
13 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
16 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
16 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved