IHSG akan diwarnai aksi profit taking
Selasa, 02 April 2013 - 08:42 WIB
IHSG akan diwarnai aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini akan bergerak pada kisaran 4.912-4.955. Dengan pola white hammer terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya minor profit taking di hari Selasa.
Menurut Edwin, sejumlah katalis dari luar juga tampak tak begitu bergairah mendukung keinginan IHSG untuk menguat ke zona hijau pada perdagangan hari ini.
"Faktor turunnya data Sektor Manufacturing secara tidak terduga melambat di bulan Maret, dengan Indeks turun ke level 51,3, jauh dibawah ekspektasi ekonom di level 54,2 ditengah data construction spending bulan Februari mengalami rebound 1,2 persen (di atas konsensus ekonom sebesar 1 persen dan jauh diatas data Januari yang mengalami kejatuhan 2,1 persen) menjadi USD885,1 miliar yang mengindikasikan terjadinya percepatan pertumbuhan di kuartal I/2013," kata Edwin, Selasa (2/4/2013).
Kondisi tersebut mendorong kejatuhan tipis Dow sebesar -5.69 poin (0,04 persen) diiringi kenaikan The Vix sebesar 6,93 persen ditutup pada level 13.58. Walaupun Dow mengalami kejatuhan di awal bulan April, tetapi secara tradisional dan historis, April biasanya adalah bulan terbaik sepanjang tahun untuk saham.
Pasalnya, kata Edwin, sejak 20 tahun lalu rata-rata di bulan April dibukukan kenaikan sebesar 2,7 persen, disamping itu Dow Jones tidak pernah membukukan penurunan di bulan April sejak April tahun 2005.
Faktor melemahnya Wall Street awal April di tengah naiknya Inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen menjadikan level inflasi YoY sebesar 5,9 persen dan YTD menjadi 2,43 persen serta turunnya nilai ekspor Indonesia Februari 2013 sebesar 4,5 persen menjadi USD14,99 persen dibandingkan periode sama 2012 atau secara kumulatif ekspor Indonesia Januari-Februari 2013 sebesar USD30,36 miliar.
"Saya perkirakan, kondisi tersebut mendorong IHSG bergerak lambat dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Selasa ini sambil menunggu berita positif dari dalam negeri," simpul Edwin.
Menurut Edwin, sejumlah katalis dari luar juga tampak tak begitu bergairah mendukung keinginan IHSG untuk menguat ke zona hijau pada perdagangan hari ini.
"Faktor turunnya data Sektor Manufacturing secara tidak terduga melambat di bulan Maret, dengan Indeks turun ke level 51,3, jauh dibawah ekspektasi ekonom di level 54,2 ditengah data construction spending bulan Februari mengalami rebound 1,2 persen (di atas konsensus ekonom sebesar 1 persen dan jauh diatas data Januari yang mengalami kejatuhan 2,1 persen) menjadi USD885,1 miliar yang mengindikasikan terjadinya percepatan pertumbuhan di kuartal I/2013," kata Edwin, Selasa (2/4/2013).
Kondisi tersebut mendorong kejatuhan tipis Dow sebesar -5.69 poin (0,04 persen) diiringi kenaikan The Vix sebesar 6,93 persen ditutup pada level 13.58. Walaupun Dow mengalami kejatuhan di awal bulan April, tetapi secara tradisional dan historis, April biasanya adalah bulan terbaik sepanjang tahun untuk saham.
Pasalnya, kata Edwin, sejak 20 tahun lalu rata-rata di bulan April dibukukan kenaikan sebesar 2,7 persen, disamping itu Dow Jones tidak pernah membukukan penurunan di bulan April sejak April tahun 2005.
Faktor melemahnya Wall Street awal April di tengah naiknya Inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen menjadikan level inflasi YoY sebesar 5,9 persen dan YTD menjadi 2,43 persen serta turunnya nilai ekspor Indonesia Februari 2013 sebesar 4,5 persen menjadi USD14,99 persen dibandingkan periode sama 2012 atau secara kumulatif ekspor Indonesia Januari-Februari 2013 sebesar USD30,36 miliar.
"Saya perkirakan, kondisi tersebut mendorong IHSG bergerak lambat dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Selasa ini sambil menunggu berita positif dari dalam negeri," simpul Edwin.
(rna)
Lihat Juga :