Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 9.735-9.745

Rabu, 03 April 2013 - 08:02 WIB
Rupiah diperkirakan...
Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 9.735-9.745
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar (USD/IDR) pada hari ini tampak dibayangi berbagai sentimen dari luar dan dalam negeri.

"Untuk hari ini, rupiah akan cenderung melemah dan diprediksi di level 9.735-9.745. Kondisi ini dipengaruhi sentimen regional, dimana pelaku pasar menunggu pengumuman data pengangguran Eropa yang diperkirakan meningkat," kata pengamat valuta asing (valas), Rahadyo Anggoro Widagdo, Rabu (3/4/2013).

Selain itu, lanjut dia, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh hasil pengumuman CPI Jerman. Sementara dari sentimen domestik, inflasi yang tinggi masih mempengaruhi pergerakan rupiah lantaran inflasi Indonesia yang tinggi diluar ekspektasi (5,9 persen vs 5,6 persen).

"Kondisi ini akan memberikan tekanan kepada BI untuk menaikkan BI rate pada pertemuan 11 April mendatang," tegas dia.

Merujuk pada hari Selasa (2/4/2013), rupiah ditutup cenderung stagnan di level 9.737/9.738 setelah pada hari Senin (1/4/2013) ditutup di level 9.734/9.736. Kondisi ini masih dipengaruhi oleh data inflasi Maret 2013 dan defisitnya neraca perdagangan Indonesia.

"Meskipun inflasi Maret 2013 lebih rendah dari bulan Februari 2013 menjadi 0,63 poin, kondisi ini oleh investor dianggap masih cenderung tinggi dan memberi sentimen negatif bagi nilai tukar domestik," kata dia.

Akibatnya, pemodal asing diperkirakan menjual obligasi berdenominasi rupiah sehingga kurs mata uang domestik melemah. Akan tetapi, koreksi lebih dalam berhasil diredam karena surat utang yang dijual akan diserap langsung oleh investor lokal.

Sementara sentimen regional dipengaruhi oleh indeks manufacturing AS yang melambat. Indeks manufaktur yang dikeluarkan oleh ISM turun menjadi 51,3 pada Maret, dari tertinggi selama dua tahun sebelumnya, 54,2 pada Februari.

"Penurunan ini ditengarai sebagai dampak dari perlambatan ekonomi AS akibat pemangkasan defisit anggaran pemerintah AS. Namun, penurunan yang terjadi ini, dianggap temporer," papar dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
5 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
5 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
6 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
6 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
7 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved