Tak terpengaruh inflasi, IHSG kembali menguat
Rabu, 03 April 2013 - 08:17 WIB
Tak terpengaruh inflasi, IHSG kembali menguat
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada kisaran support 4.932-4.951 dan resistance 4.972-4.980.
Berpola menyerupai double shooting star sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD terbentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bertahan upreversal.
"Akhirnya IHSG (kemarin) berhasil tutup di kisaran resisten kami (4.951-4.964) dan bahkan sempat melampauinya. Gap 4.786-4.798, sepertinya sementara terlupakan. Diharapkan rilis indeks manufaktur Eropa dan factory orders AS bisa positif, sehingga bisa berikan imbas positif bagi IHSG," kata Reza, Rabu (3/4/2013).
Reza berpandangan, pasar sepertinya tidak terlalu merespon negatif, padahal biasanya berita inflasi ditanggapi negatif. Apalagi jika inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, dimana rilis inflasi Maret 2013 memang lebih rendah dari Februari 2013, namun masih lebih tinggi dari periode tahun-tahun sebelumnya yang secara historis justru tercatat deflasi," kata Reza.
Kali ini, sambung dia, rilis inflasi yang lebih tinggi tersebut justru malah membuat IHSG tetap menghijau, dimana sektor konsumer sebagai penopangnya bersama dengan beberapa indeks lainnya.
Di sisi lain, merahnya bursa saham AS sebelumnya pun juga tidak berimbas pada laju IHSG. Menghijaunya indeks HSI, ASX, dan Taiwan yang diikuti dengan positifnya pembukaan pasar saham Eropa makin memperkokoh posisi IHSG di teritori positif meski secara intraday masih cenderung flat.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.968,31 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.942,81 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.957,25. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar dia.
Bursa saham Asia variatif setelah hampir mayoritas aktif kembali pasca libur. Variatifnya laju indeks saham Asia setelah merespon pelemahan pada bursa saham AS karena penurunan indeks manufakturnya.
Untuk HSI, jelang akhir perdagangan kembali rebound setelah saham-saham pengembang rebound. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada saham-saham migas setelah keluar laporan kenaikan konsumsi minyak di Februari.
Sementara indeks Nikkei masih melemah setelah menguat dan jelang BoJ Meeting. Begitu pun dengan KOSPI yang melemah terkait ancaman perang dari Korea Utara.
Berpola menyerupai double shooting star sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD terbentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bertahan upreversal.
"Akhirnya IHSG (kemarin) berhasil tutup di kisaran resisten kami (4.951-4.964) dan bahkan sempat melampauinya. Gap 4.786-4.798, sepertinya sementara terlupakan. Diharapkan rilis indeks manufaktur Eropa dan factory orders AS bisa positif, sehingga bisa berikan imbas positif bagi IHSG," kata Reza, Rabu (3/4/2013).
Reza berpandangan, pasar sepertinya tidak terlalu merespon negatif, padahal biasanya berita inflasi ditanggapi negatif. Apalagi jika inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, dimana rilis inflasi Maret 2013 memang lebih rendah dari Februari 2013, namun masih lebih tinggi dari periode tahun-tahun sebelumnya yang secara historis justru tercatat deflasi," kata Reza.
Kali ini, sambung dia, rilis inflasi yang lebih tinggi tersebut justru malah membuat IHSG tetap menghijau, dimana sektor konsumer sebagai penopangnya bersama dengan beberapa indeks lainnya.
Di sisi lain, merahnya bursa saham AS sebelumnya pun juga tidak berimbas pada laju IHSG. Menghijaunya indeks HSI, ASX, dan Taiwan yang diikuti dengan positifnya pembukaan pasar saham Eropa makin memperkokoh posisi IHSG di teritori positif meski secara intraday masih cenderung flat.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.968,31 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.942,81 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.957,25. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar dia.
Bursa saham Asia variatif setelah hampir mayoritas aktif kembali pasca libur. Variatifnya laju indeks saham Asia setelah merespon pelemahan pada bursa saham AS karena penurunan indeks manufakturnya.
Untuk HSI, jelang akhir perdagangan kembali rebound setelah saham-saham pengembang rebound. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada saham-saham migas setelah keluar laporan kenaikan konsumsi minyak di Februari.
Sementara indeks Nikkei masih melemah setelah menguat dan jelang BoJ Meeting. Begitu pun dengan KOSPI yang melemah terkait ancaman perang dari Korea Utara.
(rna)
Lihat Juga :