Meski IHSG berpotensi menguat, investor diingatkan waspada

Kamis, 04 April 2013 - 08:17 WIB
Meski IHSG berpotensi...
Meski IHSG berpotensi menguat, investor diingatkan waspada
A A A
Sindonews.com - Kendati berpotensi menguat kembali pada perdagangan hari ini, namun investor masih perlu waspada terhadap potensi pembalikan arah atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dibayangi potensi pelemahan pada bursa global.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.936-4.962 dan resistance 4.986-4.998.

Berpola menyerupai hammer sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD lanjut naik setelah golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bertahan upreversal.

Kemarin, IHSG kembali melewati batas resistance yang diproyeksikan pada 4.972-4.980, meskipun sempat mampir ke area support di 4.932-4.951.

"Laju IHSG yang masih terjaga tidak melewati batas bawah support tersebut diharapkan membuat IHSG tetap mampu bertahan di area positif. Namun demikian, kita tetap harus mewaspadai bila kondisi bursa saham global mulai melemah kembali," tegas dia, Kamis (4/4/2013).

Rilis data factory orders dan economic optimism bulanan AS memang bagus, namun belum serta merta membuat indeks saham Asia, terutama HIS menghijau hingga akhir perdagangan.

Tetapi, IHSG tampaknya tetap melaju di teritori positif di tengah negatifnya bursa saham Asia. Masih adanya respon positif pelaku pasar terhadap rilis kinerja para emiten dan ekpektasi pembagian dividen membuat IHSG masih nyaman di posisi positifnya. Bahkan sempat kembali menyentuh new high record.

Selain itu, kata Reza, masih adanya nett buy asing turut mempengaruhi laju positif IHSG meskipun laju intraday perdagangan tidak jauh berubah dari sebelumnya dimana masih cenderung flat.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.986,85 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.948,08 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.981,47. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik.

Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan seiring dengan pelemahan euro terkait pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, yang masih mensinyalkan peluang pemangkasan suku bunga.

Lalu di Italia yang masih mengalami kebuntuan politik dan belum jelasnya penyediaan likuiditas darurat dari ECB berupa Outright Monetary Transactions (OMT), serta sentimen pengunduran diri MenKeu Siprus terkait dengan krisis yang melanda negara tersebut.

Meskipun telah tercapai kesepakatan perpanjangan bailout antara pemerintahan Siprus dan Troika, namun pasar belum melihat signifikansi dari perpanjangan tersebut terhadap perekonomian negara itu.

Apalagi dengan adanya rencana pembatasan penarikan dana harian sebesar 300 euro (USD385) di bank dan pelarangan transfer dana ke luar rekening negara membuat pelaku pasar masih khawatir terhadap kondisi di Siprus.

Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen negatif dari Australia, dimana meski defisit perdagangan menurun, namun rilis data new home sales bulanan mencatatkan pertumbuhan negatif.

Bursa saham Asia variatif cenderung melemah setelah mulai ada sentimen negatif, baik dari Malaysia terkait proses pemilunya maupun dari semenanjung Korea yang dinilai makin memanas tensi geopolitiknya.

Padahal, terdapat sentimen positif dari AS terkait dengan rilis kenaikan pemesanan barang pabrikan, turunnya trade balance deficit Australia, kenaikan nonmanufacturing PMI dan HSBC Services PMI China. Dari Jepang, dimana sedang berlangsung BoJ Meeting yang akan membahas masalah stimulus dan upaya BoJ dan pemerintah Jepang dalam mengatasi deflasinya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
Intip Rekomendasi Saham...
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Berpeluang Menghijau
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
5 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
5 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
6 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
6 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
7 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved