Potensi penguatan IHSG dibayangi aksi profit taking
Kamis, 04 April 2013 - 08:27 WIB
Potensi penguatan IHSG dibayangi aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini memiliki potensi untuk kembali menguat, melanjutkan perdagangan hari sebelumnya. Pola seven white soldiers di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation, tapi rawan profit taking.
"IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 4.943-5.011," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (4/4/2013).
Kendati demikian, penguatan yang terjadi masih akan dibayangi sentimen dari dalam dan luar negeri, termasuk aksi ambil untung yang akan terjadi di pasar.
Dari luar negeri, laporan ADP National Employment atas data pekerjaan sektor swasta bulan Maret yang dibawah ekspektasi, mentrigger kekhawatiran investor sebelum US Labor Department merilis data Non-Farm Payrolls bulan Maret pada Jumat pekan ini.
Selain itu, data ISM Services Sector bulan Maret juga dibawah ekspektasi dengan level pertumbuhan terkecil tujuh bulan terakhir ditengah mulai diturunkannya perkiraan laba bersih kuartal I/2013 dibandingkan perkiraan diawal tahun.
Dimana emiten yang tergabung dalam Indeks S&P 500 pertumbuhan laba bersih saat ini diperkirakan hanya meningkat 1,6 persen sedangkan di awal tahun 2013 laba bersih emiten diperkirakan tumbuh 4,3 persen.
Disamping itu, berita mengenai mulai dihidupkannya kembali reaktor nuklir Korea Utara dan Pentagon mulai mengirimkan sistem pertahanan rudal ke Guam dalam beberapa minggu kedepan serta pernyataan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel bahwa Korea Utara saat ini memunculkan tanda bahaya "Real and Danger" mendorong Dow Jones turun tajam 111,66 poin (0,76 persen) diiringi kenaikan tajam The Vix 11,19 persen ditutup pada level 14,21.
Sementara, Edwin menuturkan, dasyatnya kekuatan IHSG setelah naik tujuh hari berturut-turut, saat ini akan diuji apakah akan bergerak anomali kembali didorong derasnya net buy asing, sehingga mendorong IHSG sebentar lagi bertengger diatas level 5.000.
Ini ditengah kejatuhan tajam Dow Jones akibat mengecewakannya data ekonomi sektor pekerjaan dan terus memanasnya Semenanjung Korea setelah AS sedang mengirimkan sistem pertahanan rudalnya dan mulai dihidupkan reaktor nuklir Korea Utara ditengah ditunggunya data NFP Maret yang diperkirakan tercipta 200 ribu pekerjaan baru.
"IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 4.943-5.011," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (4/4/2013).
Kendati demikian, penguatan yang terjadi masih akan dibayangi sentimen dari dalam dan luar negeri, termasuk aksi ambil untung yang akan terjadi di pasar.
Dari luar negeri, laporan ADP National Employment atas data pekerjaan sektor swasta bulan Maret yang dibawah ekspektasi, mentrigger kekhawatiran investor sebelum US Labor Department merilis data Non-Farm Payrolls bulan Maret pada Jumat pekan ini.
Selain itu, data ISM Services Sector bulan Maret juga dibawah ekspektasi dengan level pertumbuhan terkecil tujuh bulan terakhir ditengah mulai diturunkannya perkiraan laba bersih kuartal I/2013 dibandingkan perkiraan diawal tahun.
Dimana emiten yang tergabung dalam Indeks S&P 500 pertumbuhan laba bersih saat ini diperkirakan hanya meningkat 1,6 persen sedangkan di awal tahun 2013 laba bersih emiten diperkirakan tumbuh 4,3 persen.
Disamping itu, berita mengenai mulai dihidupkannya kembali reaktor nuklir Korea Utara dan Pentagon mulai mengirimkan sistem pertahanan rudal ke Guam dalam beberapa minggu kedepan serta pernyataan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel bahwa Korea Utara saat ini memunculkan tanda bahaya "Real and Danger" mendorong Dow Jones turun tajam 111,66 poin (0,76 persen) diiringi kenaikan tajam The Vix 11,19 persen ditutup pada level 14,21.
Sementara, Edwin menuturkan, dasyatnya kekuatan IHSG setelah naik tujuh hari berturut-turut, saat ini akan diuji apakah akan bergerak anomali kembali didorong derasnya net buy asing, sehingga mendorong IHSG sebentar lagi bertengger diatas level 5.000.
Ini ditengah kejatuhan tajam Dow Jones akibat mengecewakannya data ekonomi sektor pekerjaan dan terus memanasnya Semenanjung Korea setelah AS sedang mengirimkan sistem pertahanan rudalnya dan mulai dihidupkan reaktor nuklir Korea Utara ditengah ditunggunya data NFP Maret yang diperkirakan tercipta 200 ribu pekerjaan baru.
(rna)
Lihat Juga :