Nissan raih izin perdagangan listrik Jepang
Kamis, 04 April 2013 - 13:07 WIB
Nissan raih izin perdagangan listrik Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Japan Electric Power Exchange mengabarkan, Nissan Motor Co, produsen mobil Jepang terbesar kedua telah menerima lisensi membeli dan menjual listrik di pasar grosir 'Negeri Sakura'.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (4/4/2013), Nissan mengikuti jejak Fujifilm Holdings Corp dan Nippon Paper Group Inc, seiring meningkatnya jumlah perusahaan non-energi memasuki pasar grosir listrik Jepang. Harga listrik naik setelah bencana Fukushima pada 2011, yang menyebabkan pembangkit nuklir nasional itu ditutup.
Tokyo Electric Power Co, yang memasok listrik ke kawasan industri terbesar di Jepang, menaikkan tarif listrik perusahaan rata-rata 15 persen mulai April 2012. Kansai Electric Power Co dan Kyushu Electric Power Co juga berencana menaikkan tarif untuk perusahaan sebesar 17 persen dan 12 persen, masing-masing mulai 1 Mei.
Power Exchange, didirikan pada 2003, memiliki anggota 61 perdagangan, termasuk Panasonic Corp, Fujifilm, utilitas gas, penyuling dan perusahaan perdagangan pada 19 Maret.
Shohei Kanasugi, pejabat di Divisi Pasar Kementerian Listrik Jepang mengatakan, Toyota Motor Corp juga tengah bersiap-siap menjual listrik. Toyota Turbin & Systems Inc mengajukan formulir pendaftaran kemarin kepada kementerian perdagangan dan industri untuk memulai distribusi tenaga ritel.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (4/4/2013), Nissan mengikuti jejak Fujifilm Holdings Corp dan Nippon Paper Group Inc, seiring meningkatnya jumlah perusahaan non-energi memasuki pasar grosir listrik Jepang. Harga listrik naik setelah bencana Fukushima pada 2011, yang menyebabkan pembangkit nuklir nasional itu ditutup.
Tokyo Electric Power Co, yang memasok listrik ke kawasan industri terbesar di Jepang, menaikkan tarif listrik perusahaan rata-rata 15 persen mulai April 2012. Kansai Electric Power Co dan Kyushu Electric Power Co juga berencana menaikkan tarif untuk perusahaan sebesar 17 persen dan 12 persen, masing-masing mulai 1 Mei.
Power Exchange, didirikan pada 2003, memiliki anggota 61 perdagangan, termasuk Panasonic Corp, Fujifilm, utilitas gas, penyuling dan perusahaan perdagangan pada 19 Maret.
Shohei Kanasugi, pejabat di Divisi Pasar Kementerian Listrik Jepang mengatakan, Toyota Motor Corp juga tengah bersiap-siap menjual listrik. Toyota Turbin & Systems Inc mengajukan formulir pendaftaran kemarin kepada kementerian perdagangan dan industri untuk memulai distribusi tenaga ritel.
(dmd)
Lihat Juga :