Ini penyebab IHSG gagal bertahan di zona hijau
Kamis, 04 April 2013 - 16:44 WIB
Ini penyebab IHSG gagal bertahan di zona hijau
A
A
A
Sindonewss.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup gagal mempertahankan posisinya di zona hijau. IHSG sore ini berakhir anjlok cukup dalam.
Analis riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, anjloknya IHSG pada perdagangan sore ini menyusul berbagai sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.
"Faktor eksternal yang mempengaruhi bursa regional Asia, termasuk IHSG, antara lain beberapa data ekonomi AS yang mengecewakan dan juga ditambah ketegangan yang terus meningkat antara Korea Selatan dan Korea Utara," kata dia, Kamis (4/4/2013).
Dia menjelaskan, perusahaan di Amerika menambah jumlah pekerjanya sebanyak 158 ribu orang, atau lebih rendah dari estimasi sebesar 200 ribu orang. Data tenaga kerja yang dibawah ekspektasi ini menimbulkan kekhawatiran akan angka pengangguran yang akan dirilis hari ini.
Sementara dari dalam negeri pasar mulai dibayangi rencana kebijakan pemerintah terkait harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Seperti diketahui, tingginya konsumsi BBM dalam negeri dikhawatirkan akan terus menambah desifit anggaran tahun ini.
Sore ini, IHSG gagal bertahan di zona hijau setelah terkena terkena tekanan jual. IHSG berakhir dengan koreksi 58,85 poin atau 1,18 persen ke level 4.922,61. Padahal pada hari sebelumnya, IHSG berhasil mencetak rekor ke level 4.981,47.
Analis riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, anjloknya IHSG pada perdagangan sore ini menyusul berbagai sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.
"Faktor eksternal yang mempengaruhi bursa regional Asia, termasuk IHSG, antara lain beberapa data ekonomi AS yang mengecewakan dan juga ditambah ketegangan yang terus meningkat antara Korea Selatan dan Korea Utara," kata dia, Kamis (4/4/2013).
Dia menjelaskan, perusahaan di Amerika menambah jumlah pekerjanya sebanyak 158 ribu orang, atau lebih rendah dari estimasi sebesar 200 ribu orang. Data tenaga kerja yang dibawah ekspektasi ini menimbulkan kekhawatiran akan angka pengangguran yang akan dirilis hari ini.
Sementara dari dalam negeri pasar mulai dibayangi rencana kebijakan pemerintah terkait harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Seperti diketahui, tingginya konsumsi BBM dalam negeri dikhawatirkan akan terus menambah desifit anggaran tahun ini.
Sore ini, IHSG gagal bertahan di zona hijau setelah terkena terkena tekanan jual. IHSG berakhir dengan koreksi 58,85 poin atau 1,18 persen ke level 4.922,61. Padahal pada hari sebelumnya, IHSG berhasil mencetak rekor ke level 4.981,47.
(rna)
Lihat Juga :