Minyak di Asia naik seiring lonjakan saham Jepang
Senin, 08 April 2013 - 10:47 WIB
Minyak di Asia naik seiring lonjakan saham Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia pagi ini naik, didukung ekuitas Jepang yang kuat dan pasar pulih setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS).
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei menambah 14 sen menjadi USD92,84 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei naik 32 sen menjadi USD104,44.
"Pasar minyak bergerak sinkron dengan pasar saham Jepang. Minyak juga pulih dari penjualan yang datang setelah laporan pekerjaan AS," kata Victor Shum, managing director IHS Purvin and Gertz di Singapura, seperti dilansir Global Post, Senin (8/4/2013).
Saham Tokyo melonjak tiga persen dalam pembukaan perdagangan hari ini, karena yen kembali jatuh setelah Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) melakukan pelonggaran moneter pekan lalu.
Investor menyambut baik atas melemahnya yen yang memberikan dampak baik terhadap pendapatan perusahaan di masa depan, kata para pelaku pasar.
Seperti diketahui, BoJ pada Kamis (4/4/2013) lalu, melakukan langkah baru belanja besar dengan memberikan stimulus paling berani untuk menyeret ekonomi Jepang dari dekade kehancuran deflasi. Namun, laporan suram pekerjaan AS yang dirilis Jumat (5/4/2013), membuat ekspektasi pasar jatuh yang terus membebani sentimen.
Departemen Tenaga Kerja menyebutkan, AS hanya menambah 88.000 lapangan pekerjaan pada Maret 2013. Di mana tingkat pengangguran turun menjadi 7,6 persen dari 7,7 persen pada Februari.
Shum mengatakan kenaikan terbaru dalam harga minyak harus dilihat dengan hati-hati karena data pekerjaan terbaru mengindikasikan bahwa ekonomi AS masuk pemulihan lebih lambat. Kesehatan ekonomi AS memiliki peran penting sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sehingga, situasi apapun dapat memengaruhi harga minyak global.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei menambah 14 sen menjadi USD92,84 per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei naik 32 sen menjadi USD104,44.
"Pasar minyak bergerak sinkron dengan pasar saham Jepang. Minyak juga pulih dari penjualan yang datang setelah laporan pekerjaan AS," kata Victor Shum, managing director IHS Purvin and Gertz di Singapura, seperti dilansir Global Post, Senin (8/4/2013).
Saham Tokyo melonjak tiga persen dalam pembukaan perdagangan hari ini, karena yen kembali jatuh setelah Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) melakukan pelonggaran moneter pekan lalu.
Investor menyambut baik atas melemahnya yen yang memberikan dampak baik terhadap pendapatan perusahaan di masa depan, kata para pelaku pasar.
Seperti diketahui, BoJ pada Kamis (4/4/2013) lalu, melakukan langkah baru belanja besar dengan memberikan stimulus paling berani untuk menyeret ekonomi Jepang dari dekade kehancuran deflasi. Namun, laporan suram pekerjaan AS yang dirilis Jumat (5/4/2013), membuat ekspektasi pasar jatuh yang terus membebani sentimen.
Departemen Tenaga Kerja menyebutkan, AS hanya menambah 88.000 lapangan pekerjaan pada Maret 2013. Di mana tingkat pengangguran turun menjadi 7,6 persen dari 7,7 persen pada Februari.
Shum mengatakan kenaikan terbaru dalam harga minyak harus dilihat dengan hati-hati karena data pekerjaan terbaru mengindikasikan bahwa ekonomi AS masuk pemulihan lebih lambat. Kesehatan ekonomi AS memiliki peran penting sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sehingga, situasi apapun dapat memengaruhi harga minyak global.
(dmd)
Lihat Juga :