GM Holden pangkas 500 karyawan di Australia

Senin, 08 April 2013 - 14:43 WIB
GM Holden pangkas 500...
GM Holden pangkas 500 karyawan di Australia
A A A
Sindonews.com - Perusahaan mobil General Motors (GM) Holden melaporkan pengurangan 500 pegawainya di Australia. Langkah tersebut dilakukan akibat dari penguatan nilai mata uang lokal (dolar Australia) yang menekan penjualan mobil produksi GM Holden.

Dari total 500 pegawai yang di-PHK, 400 diantaranya berasal dari pabrik di Adelaide. Produksi mobil di sana mengalami penurunan dari 400 kendaraan per hari menjadi 335 unit. Sisanya merupakan karyawan bidang pengembangan produk di kantor Melbourne.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit karena orang-orang dan keluarga mereka terlibat. Tetapi demi melindungi masa depan Holden, kita terpaksa mengambil tindakan dan restrukturisasi ini agar lebih menyelaraskan Holden dengan proyeksi volume masa depan dan beban kerja," jelas Mike Devereux, Chairman GM Holden, seperti dilansir dari Global Post, Senin (8/4/2013).

Perusahaan mengatakan, bahwa pengurangan pegawai ini sebagai imbas dari penurunan permintaan mobil kecil buatan lokal yang diakibatkan penguatan nilai mata uang dolar Australia, ditambah dengan kondisi pasar mobil dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

"Penguatan nilai mata uang telah membuat banyak hal di negeri ini 60 persen lebih mahal dari 10 tahun lalu. Ini merupakan penguatan mata uang tertinggi dalam 30 tahun terakhir," ujar Devereux.

"Kami telah menghasilkan keuntungan produksi yang signifikan, tetapi melihat pergeseran struktural di pasar Australia, telah dinikmati para importir sebagai akibat dari (nilai mata uang) dolar Australia yang tinggi dan tarif (bea masuk) yang sangat rendah," tambahnya.

Anak usaha General Motors (AS) ini total mempekerjakan 4.000 orang di Australia, pada tahun lalu. Mereka sebelumnya juga telah mengurangi tenaga kerja sebanyak 170 orang, lagi-lagi karena dolar Australia yang kuat dan penjualan mobil seret.

Pemerintah Australia sendiri mengaku kecewa dengan kabar ini. Tahun lalu, Australia telah memberikan 275 juta dolar Australia (setara USD285 juta) untuk menjaga pertumbuhan Holden, dan kekhawatiran perusahaan akan meninggalkan Australia.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergikan Pariwisata...
Sinergikan Pariwisata dan Otomotif, Sandiaga Uno Optimis Kembangkan Kedua Industri
Serunya Perjalanan Para...
Serunya Perjalanan Para Bikers Susuri Wisata Alam yang Menawan di Jawa Timur
Nakamichi Luncurkan...
Nakamichi Luncurkan DVR Terbaru dengan Tema Never Miss a Thing
Keren! Rancang Kendaraan...
Keren! Rancang Kendaraan Impian Masa Depan, Ini Penampakan Mobil Terbang Dari GAC AION
Hari Pertama IIMS 2025:...
Hari Pertama IIMS 2025: Potret Wanita Cantik yang Memukau di Pameran Otomotif
Pembukaan IIMS 2025
Pembukaan IIMS 2025
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
10 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved