Pengusaha keukeuh keluar dari Jakarta

Selasa, 09 April 2013 - 10:47 WIB
Pengusaha keukeuh keluar...
Pengusaha keukeuh keluar dari Jakarta
A A A
Sindonews.com - Bantahan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terhadap rencana eksodus para pengusaha keluar dari Jakarta, langsung dijawab para pengusaha yang keukeuh memilih keluar dari DKI Jakarta.

Hal tersebut dinyatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta, Soeprayitno saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (8/4/2013).

Menurut pria yang mengetuai sebagian pengusaha di Jakarta ini, alasan keluar dari Jakarta karena besaran kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta bagi buruh yang belum bisa diterima pengusaha di Jakarta. Karena itu, sebagian pengusaha tersebut memilih untuk tetap keluar dari Jakarta.

"Sejak awal pemerintah DKI menaikkan UMP buruh, sebenarnya kami sudah menolak. Karena UMP yang ditetapkan pemerintah DKI belum bisa diterima sama pengusaha kita," ujarnya.

Dia memprediksi, jika kenaikan UMP yang diterapkan DKI Jakarta juga berlaku bagi pemerintah daerah lain, maka dalam kurun waktu tiga tahun para pengusaha akan terus berpindah-pindah. Kondisi itu bisa merugikan iklim usaha dan investasi di Indonesia.

"Saya memprediksi, seandainya kenaikan ump yang ada di Jakarta itu terjadi di daerah lain, maka dalam tiga tahun lagi pengusaha akan terus berpindah-pindah, dan itu merugikan iklim usaha dan investasi di Indonesia," paparnya.

Namun demikian, saat ditanya apakah pihaknya kecewa dengan langkah Pemprov DKI yang telah menaikkan besaran UMP, secara tegas dia menyatakan bahwa kekecewaan itu terhadap kebijakan, bukan personal pada pemerintahannya.

"Kekecewaan kita pada kebijakannya lho ya, bukan sama perintahannya," imbuh dia.

Berbeda dengan Soeprayitno, Gubernur Jokowi, sesaat setelah menghadiri undangan Musyawarah Nasional (Munas) Apindo ke-IX di Kuningan, Jakarta Selatan mengatakan dengan tegas, bahwa tidak ada satupun pengusaha yang keluar dari Jakarta sampai detik ini.

"Tetapi yang perlu saya sampaikan, sampai detik ini tidak ada satu perusahaan pun yang relokasi, juga dari KBN enggak ada. Jangan ada yang bilang gitu lagi. enggak ada. Saya cek satu per satu, tidak ada," ujarnya.

Jokowi menilai, kesepakatan besaran UMP sudah ditetapkan bersama antara pengusaha dan buruh. Dia hanya menandatangani kesepakatan yang masuk ke meja kerjanya. Jokowi juga mempersilahkan bagi pengusaha yang tidak mampu menerapkan besaran UMP bisa mengajukan penagguhan UMP. Sayang, bagi Apindo, kesempatan pengajuan penangguhan UMP kini sudah tidak berlaku lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI telah menetapkan kenaikan UMP buruh di Jakarta sebesar Rp2,2 juta dengan asumsi pihak pengusaha harus menjalankan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) buruh sebesar Rp1.978.000.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
18 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved