Produksi minyak PHE WMO bertambah 3.000 bph

Selasa, 09 April 2013 - 17:02 WIB
Produksi minyak PHE...
Produksi minyak PHE WMO bertambah 3.000 bph
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menegaskan, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mulai mengoperasikan kembali sumur PHE KE-38 B3.

Sumur tersebut memproduksi sebanyak 3.000 barel minyak per hari (bph) dan 1,7 juta kaki kubik gas per hari. Saat ini, produksi blok WMO mendekati 17.000 bph, dengan begitu diharapkan dapat terus naik sehingga dapat memenuhi target PHE WMO sebesar 20.500 bph pada tahun ini.

“Kita mengandalkan Pertamina untuk dapat meningkatkan produksi minyak nasional tahun ini,” kata Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan di Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Muliawan menjelaskan, produksi ini menunjukkan peningkatan sebesar 23 persen dibandingkan produksi blok WMO ketika diserahkan pengoperasiannya ke PHE WMO pada 7 Mei 2011 lalu, yaitu sebesar 13.725 bph.

Sumur PHE KE-38 B3 ini merupakan sumur ketiga dari delapan sumur baru yang direncanakan di lapangan PHE 38B. Adapun, ketiga sumur baru tersebut telah memberikan kontribusi produksi sebesar 10 ribu bph dan 11 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) PHE 38B dianggap sebagai breakthrough project karena jangka waktu sejak pengeboran eksplorasi hingga produksi pertama dicapai dalam 8 bulan 11 hari.

“Apresiasi diberikan kepada PHE WMO yang telah menjalankan proyek ini dengan sangat baik,” katanya.

Sementara itu, General Manajer PHE WMO, Bambang Kardono menjelaskan, pada kuartal pertama, kegiatan pengeboran di PHE WMO dengan empat rig berhasil menyelesaikan enam dari 21 sumur pengembangan dan tiga dari sembilan sumur eksplorasi yang direncanakan.

“Diharapkan melalui sisa kegiatan pemboran sumur tersebut, target produksi sebesar 20.500 barel per hari dapat tercapai,” katanya.

Aktivitas lain yang mendukung produksi adalah penyelesaian penyambungan pipa baru 16 inci sepanjang 21 kilometer (km) yang menghubungkan anjungan baru yang telah selesai dipasang di PHE 39, PHE 54, PHE 38B ke Poleng Process Platform.

Pipa ini diharapkan dapat diselesaikan pada Mei 2013, sehingga tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan yang baru dapat difasilitasi oleh jaringan pipa tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
26 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
55 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved